Assalamu'alaikum wr wb .selamat datang diblog saya, mudah-mudahan blog ini bermanfaat untuk anda.selamat membaca Assalamu'alaikum wr wb .selamat datang diblog saya, mudah-mudahan blog ini bermanfaat untuk anda.selamat membaca Assalamu'alaikum wr wb .selamat datang diblog saya, mudah-mudahan blog ini bermanfaat untuk anda.selamat membaca Assalamu'alaikum wr wb .selamat datang diblog saya, mudah-mudahan blog ini bermanfaat untuk anda.selamat membaca Assalamu'alaikum wr wb .selamat datang diblog saya, mudah-mudahan blog ini bermanfaat untuk anda.selamat membaca Assalamu'alaikum wr wb .selamat datang diblog saya, mudah-mudahan blog ini bermanfaat untuk anda.selamat membaca Assalamu'alaikum wr wb .selamat datang diblog saya, mudah-mudahan blog ini bermanfaat untuk anda.selamat membaca Assalamu'alaikum wr wb .selamat datang diblog saya, mudah-mudahan blog ini bermanfaat untuk anda.selamat membaca Assalamu'alaikum wr wb .selamat datang diblog saya, mudah-mudahan blog ini bermanfaat untuk anda.selamat membaca Assalamu'alaikum wr wb .selamat datang diblog saya, mudah-mudahan blog ini bermanfaat untuk anda.selamat membaca Assalamu'alaikum wr wb .selamat datang diblog saya, mudah-mudahan blog ini bermanfaat untuk anda.selamat membaca Assalamu'alaikum wr wb .selamat datang diblog saya, mudah-mudahan blog ini bermanfaat untuk anda.selamat membaca
Tampilkan postingan dengan label wisdom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisdom. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Oktober 2010

Memilih Investasi Untuk Persiapan Dana Pendidikan Anak

Posted by don't cray On 12.26

Pada tanggal 3 Februari lalu, saya berada di Semarang untuk memenuhi undangan NOVA memberikan seminar mengenai bagaimana merancang anggaran pendidikan anak. Walaupun topik ini sudah pernah saya tulis sebelumnya di NOVA No. 642 dan 643, saya merasa sampai kapan pun topik ini akan tetap menarik apabila diperbincangkan.

Seminar terdiri dari dua sesi. Sesi pertama membahas tentang pentingnya menyiapkan dana pendidikan anak dan bagaimana cara menghitung anggarannya. Sedangkan sesi kedua adalah khusus untuk melatih peserta bagaimana mereka bisa menghitung sendiri anggaran pendidikan untuk anak mereka.
Sebelum sesi pertama berakhir, saya banyak mendapatkan pertanyaan tentang produk investasi apa yang “tepat” dalam mempersiapkan dana pendidikan anak. Bahkan ketika istirahat seminar (coffee break), masih ada saja peserta yang menghampiri saya dan bertanya apakah investasi di produk ini dan itu menguntungkan atau tidak.
Karena itu, terpikir oleh saya untuk membahas mengenai persiapan dana pendidikan anak, tapi dari segi produk investasinya. Artinya, produk investasi apa saja yang tersedia untuk persiapan dana pendidikan anak, dan apa kelebihan serta kekurangannya masing-masing.
Sebelumnya mari kita ulang sedikit. Dalam menyiapkan dana pendidikan anak, sebetulnya tidak hanya perlu diketahui tentang bagaimana menghitung anggaran untuk persiapan dana pendidikan mereka, tapi juga produk investasi apa yang sebaiknya dipilih. Sebagai contoh, Anda sudah melakukan perhitungan dan mendapatkan bahwa Anda harus menabung sebesar Rp 100 ribu per bulan untuk persiapan dana pendidikan anak Anda. Sekarang pertanyaannya, kemana uang Rp 100 ribu itu harus ditabungkan? Ke Tabungan di Bank, beli emas, beli reksadana, buka asuransi pendidikan, atau ke mana lagi?
Pada NOVA terdahulu ketika menulis tentang bagaimana cara mempersiapkan dana pendidikan anak, saya memang lebih menitikberatkan pada bagaimana cara menghitung anggarannya. Bukan ke mana uang itu harus diinvestasikan. Mari kita bahas alternatif investasi apa saja yang bisa dipilih orang tua dalam mempersiapkan dana pendidikan anak mereka dan apa kelebihan serta kekurangannya masing-masing.
Tabungan di Bank
Produk ini adalah produk yang paling sering dipilih orang tua dalam menyiapkan dana pendidikan anak mereka. Prosesnya mudah: Anda tinggal ke bank, membuka rekening tabungan, dan memasukkan uang Anda ke situ. Pada saat ini, bunga bank berkisar sekitar 8   9 persen per tahun. Bunga tersebut, akan dipotong lagi untuk pajak. Bila saldo Anda Rp 7,5 juta ke bawah, maka pajak yang harus Anda bayar adalah 15 persen dari bunga. Tapi kalau saldo tabungan Anda di atas Rp 7,5 juta, maka pajak yang harus Anda bayar adalah 20 persen dari bunga.
Apa sih keuntungannya kalau Anda menggunakan produk ini sebagai alat investasi untuk persiapan dana pendidikan anak Anda? Yang jelas uang yang Anda masukkan tidak akan berkurang. Ini karena hasil investasi yang Anda dapatkan pada tabungan bersifat pasti, yaitu sekitar 8-9 persen per tahun sebelum dipotong pajak. Wah, itu sih saya sudah tahu begitu mungkin pikir Anda. Tetapi memang hanya itu saja kok kelebihannya. Tidak ada kelebihan lain.
Kekurangannya? Apabila Anda menabung secara rutin setiap bulan, maka bila Anda meninggal dunia, setoran tabungan rutin yang biasa Anda lakukan terancam berhenti. Sebagai contoh, Anda menabung sebesar Rp 100 ribu per bulan ke tabungan itu. Uang Rp 100 ribu itu bersumber dari penghasilan Anda setiap bulannya. Nah, bila Anda meninggal dunia, maka penghasilan Anda akan berhenti. Bila penghasilan Anda berhenti, berhenti pulalah setoran sebesar Rp 100 ribu itu. Iya kan? Bila setoran Anda berhenti, maka dana pendidikan yang Anda persiapkan terancam tidak bisa terpenuhi nantinya.
Karena itulah muncul yang namanya produk Tabungan Pendidikan. Produk ini sebetulnya sama saja dengan produk tabungan biasa, hanya saja tabungan ini dilindungi dengan asuransi jiwa. Bagaimana cara kerjanya? Sederhana: Anda menyetor jumlah uang tertentu setiap bulannya. Bila Anda meninggal dunia, maka setoran tabungan rutin yang biasa Anda lakukan akan digantikan oleh pihak ketiga (dalam hal ini perusahaan asuransi), sehingga dana pendidikan tersebut tetap akan tersedia kelak. Hanya saja perlu diketahui bahwa produk ini biasanya memberikan suku bunga yang lebih rendah dibanding suku bunga pada tabungan biasa. Mungkin karena produk ini juga dilindungi dengan asuransi jiwa.
Deposito
Bila Anda ingin menabung untuk anak Anda secara sekaligus (lump sum), maka deposito bisa Anda jadikan alternatif produk investasi Anda. Tetapi bila Anda ingin menabung secara bulanan   katakan   Rp 100 ribu per bulan, maka akan sulit untuk membuka deposito. Pasalnya, kebanyakan bank mensyaratkan jumlah minimal sebesar Rp 1 juta untuk bisa membuka deposito.
Apa keuntungannya bila membuka deposito? Produk ini hampir sama dengan tabungan, hanya saja suku bunga yang Anda dapatkan lebih besar. Pada saat ini, suku bunga deposito adalah sekitar 11-12 persen per tahun. Hanya ya itu tadi, kebanyakan bank mensyaratkan jumlah minimal sebesar Rp 1 juta untuk bisa membuka deposito. Jadi kalau saldo tabungan Anda sudah mencapai sekitar Rp 1 juta, tidak ada salahnya Anda masukkan ke deposito untuk mendapatkan bunga yang lebih besar dibanding bunga tabungan.
Hanya saja, deposito tidak seperti tabungan yang bisa diambil sewaktu-waktu. Pada deposito, uang Anda akan terkunci untuk jangka waktu tertentu. Tapi kalau Anda menabung untuk persiapan dana pendidikan anak, tentu saja ini bukan masalah. Toh uangnya baru akan Anda ambil ketika anak Anda akan masuk sekolah. Jadi saran saya, kalau saldo rekening dalam tabungan Anda sudah mencapai jumlah Rp 1 juta atau lebih, sebaiknya pindahkan ke dalam deposito untuk mendapatkan hasil yang lebih tinggi dibanding tabungan.
Tanah
Bila Anda memiliki jumlah dana yang cukup besar, Anda bisa melakukan investasi untuk persiapan pendidikan anak Anda dengan membeli sebidang tanah.
Apa sih kelebihannya bila Anda membeli tanah untuk persiapan pendidikan anak? Dalam jangka panjang, pada umumnya hasil investasi yang bisa Anda dapatkan pada tanah bisa cukup besar. Angkanya bervariasi. Tapi dalam jangka panjang bisa sekitar 30 persen setahun. Sebabnya adalah karena jumlah penduduk terus bertambah, sedangkan jumlah tanah tidak bertambah.
Tapi perlu diingat bahwa tanah tidak selalu mudah untuk dijual kembali. Karena itu, jangan membeli tanah kalau memang jarak waktu persiapan Anda masih di bawah 10 tahun. Sebagai contoh, bila memang Anda ingin menyiapkan dana untuk kuliah anak Anda yang masih 7 tahun lagi, maka akan sangat tidak bijaksana kalau Anda melakukan investasi melalui tanah. Jadi, hasil pada tanah memang bisa besar, tapi hasil itu umumnya hanya bisa didapat dalam jangka panjang, bukan jangka pendek. Tentu saja, asumsi jangka panjang ini bisa berbeda antara saya dengan Anda. Tapi menurut saya, angka di atas 10 tahun sudah cukup aman untuk bisa disebut jangka panjang.
Emas
Bisa juga Anda memilih berinvestasi untuk pendidikan anak dengan membeli emas. Pada saat ini, harga satu gram emas bervariasi. Kalau Anda ingin menabung sebesar   katakan   Rp 300 ribu per bulan, dan harga satu gram emas adalah Rp 60 ribu per gram, maka Anda bisa membeli 5 gram emas setiap bulan.
Namun bila diperhatikan, emas pada umumnya hanya akan naik bila terjadi sejumlah kondisi tertentu. Ada tiga kondisi yang bisa membuat harga emas naik: (1) naiknya harga dolar, (2) naiknya harga barang dan jasa pada umumnya atau inflasi, dan (3) kerusuhan sosial.
Kalau tiga kondisi diatas tidak terjadi, dalam arti keadaan normal-normal saja, maka pada umumnya kenaikan harga emas akan biasa-biasa saja. Malah bisa saja harganya akan turun. Wah, tidak enak juga ya? Tapi ya karena itulah saya menyarankan agar emas dijadikan pilihan terakhir saja bila Anda ingin melakukan persiapan dana pendidikan anak Anda dengan membeli emas. Wong kalau keadaan normal harga emas hanya akan naik sedikit kok. Besarnya, ya, paling-paling cuma 5 persen setahun.
Asuransi Pendidikan
Cara kerja asuransi pendidikan itu seperti ini: Anda membayar premi dengan jumlah tertentu (bisa setiap bulan, tiga bulan, enam atau 12 bulan), dan ketika anak Anda masuk ke jenjang-jenjang pendidikan tertentu (biasanya dimulai dari SD, lalu SMP, SMU dan Perguruan Tinggi), Anda akan mendapatkan jumlah dana pendidikan yang besarnya bervariasi.
Kelebihan asuransi pendidikan, bila Anda meninggal dunia, maka jumlah dana pendidikan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi tetap akan diberikan, walaupun Anda tidak lagi membayar premi.
Bagaimana hasilnya? Kalau dihitung-hitung, hasil investasi yang Anda dapatkan pada asuransi pendidikan mungkin akan lebih kecil (di beberapa perusahaan asuransi mungkin akan sama) dibanding tabungan di bank. Hanya saja, kompensasinya adalah Anda (sebagai orang tua) akan mendapatkan perlindungan asuransi jiwa di mana hal ini sangat diperlukan bagi Anda yang mempersiapkan dana pendidikan anak, sebab peran asuransi jiwa di sini adalah memproteksi risiko kematian pada Anda.
Reksa Dana
Bisa juga Anda menabung sendiri dengan membuka sebuah rekening reksa dana. Reksa dana adalah bentuk investasi di mana uang Anda akan dikelola oleh sebuah perusahaan manajemen investasi, dan Anda akan mendapatkan laporan perkembangannya setiap satu atau beberapa bulan sekali. Uraian tentang reksa dana bisa Anda baca di NOVA no. 666 dan 667.
Kelebihan Reksa Dana adalah bahwa pada umumnya hasil yang bisa Anda dapatkan bisa lebih baik dibanding pada produk bank. Ini karena investasi Anda dikelola oleh sebuah tim manajemen investasi dan uang Anda akan diinvestasikan tidak hanya pada produk bank (seperti tabungan dan deposito), tapi juga pada produk-produk keuangan lain yang bisa memberikan potensi keuntungan yang lebih besar, seperti SBI, obligasi atau saham.
Apa kekurangannya bila Reksa Dana digunakan untuk investasi pendidikan anak Anda? Yah, kalau Anda meninggal dunia, setoran rutin yang Anda masukkan ke dalam reksa dana terancam berhenti, sehingga dana pendidikan anak Anda terancam tidak akan bisa tersedia pada waktunya kelak. Karena itu, hal ini bisa diantisipasi dengan cara mengambil asuransi Jiwa. Jadi, selain menabung ke reksa dana, Anda juga memiliki asuransi jiwa.
Mudah-mudahan setelah mengetahui sekilas seluk beluk produk investasi tersebut serta kelebihan dan kekurangannya, Anda bisa memutuskan sendiri produk mana yang sebaiknya Anda gunakan untuk persiapan dana pendidikan anak Anda. Sedangkan mengenai seminar di Semarang, saya harap kelak bisa kembali lagi untuk berbagi topik lain yang tak kalah menariknya.
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 678/XIII. Ditulis oleh Safir Senduk.

Meningkatkan Kekayaan dengan Proses Perencanaan Investasi(2)

Posted by don't cray On 12.24

Beberapa waktu lalu, kita sudah membahas langkah proses perencanaan investasi yang terdiri dari enam langkah yang berkseninambungan.

  • Langkah 1: Menentukan tujuan keuangan.
  • Langkah 2: Memahami berbagai instrumen investasi yang ada.
  • Langkah 3: Memahami pasar keuangan dan konsep.
  • Langkah 4: Mengembangkan strategi investasi yang tepat.
  • Langkah 5: Melakukan strategi yang telah ditetapkan.
  • Langkah 6: Meninjau ulang strategi investasi.
Langkah selanjutnya dalam proses perencanaan adalah memahami berbagai instrumen investasi yang ada.
Dalam keadaan ekonomi yang semrawut seperti sekarang ini, investasi yang tidak transparan dana menjanjikan tingkat keuntungan tinggi tanpa risiko, membuat banyak masyarakat tergiur untuk mencoba mengikuti atau memasuki investasi tersebut. Banyak sudah contoh yang bisa Anda ketahui seperti yang baru-baru ini terjadi adalah PT. QSAR.
Beberapa alternatif instrumen investasi yang secara hukum sudah diatur oleh pemerintah, bisa Anda dapatkan sekarang ini, seperti deposito(instrumen perbankan), obligasisahamreksa dana (instrumen perusahaan sekuritas atau pasar modal), property dan emas.
Dalam pembahasan kali ini kami akan menjelaskan secara singkat ke-enam jenis investasi di atas. Untuk lebih mendalam sebaiknya Anda mempelajari keuntungan dan kekurangannya. Sehingga Anda terhindar dari kesalahan memilih investasi yang sesuai.
Deposito
Deposito merupakan instrumen investasi yang paling aman serta memiliki tingkat suku bunga atau tingkat pengembalian yang terendah. Investasi awal yang dibutuhkan sekitar Rp1 juta . Jangka waktu penempatan deposito umumnya adalah 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan. Dengan semakin menurunnya tingkat suku bunga SBI di bawah 9 persen, maka bunga deposito yang mengikuti perubahan suku bunga SBI akan semakin menurun pula.
Obligasi
Secara singkat obligasi adalah surat utang jangka panjang dengan nilai nominal (nilai pari/ par value) dan waktu jatuh tempo tertentu yang diterbitkan oleh suatu lembaga. Penerbit obligasi bisa merupakan suatu perusahaan swasta maupun BUMN dan juga pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah. Salah satu jenis obligasi yang diperdagangkan di pasar modal kita saat ini adalah obligasi kupon (Coupon bond) dengantingkat bunga tetap (fixed) selama masa berlaku obligasi.
Obligasi bisa menjadi alternatif investasi jangka panjang dengan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dari deposito. Untuk berinvestasi di obligasi, investor harus memiliki dana yang cukup besar umumnya transaksi obligasi satu perusahaan dilakukan dalam kelipatan Rp. 1 miliar.
Karena besarnya jumlah investasi awal yang harus dikeluarkan, menjadikan produk ini kurang diminati bagi investor individu. Tapi kalau dilihat pasar di Indonesia, khususnya pasar obligasi di Bursa Efek Surabaya cukup mengalami peningkatan transaksi.
Secara umum nilai kupon atau bunga obligasi akan lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito di pasar.
Saham
Kepemilikan saham menyatakan satu unit kepemilikan dari perusahaan. Bila Anda membeli saham, maka Anda menjadi bagian dari pemiliki perusahaan. Oleh karena itu, Anda akan mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan yang dialami perusahaan. Dan tentunya, Anda mendapatkan kerugian bila perusahaan merugi.
Saham diperjualbelikan melalui sarana pasar yang di Indonesia disebutBursa Efek Jakarta. Bursa tersebut tidak yang membeli atau menjual saham-saham yang ada, melainkan bursa hanya merupakan tempat atau sarana bagi para investor untuk bertransaksi didalamnya. Keberadaan Bursa saham menjadi sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.
Para investor, dapat berinvestasi saham melalui pasar perdana, yaitu ketika perusahaan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik (go public). Istilah go public biasa juga disebut IPO (Initial Public Offering) atau penawaran saham perdana. Di pasar perdana, para investor langsung membeli saham dari perusahaan. Contoh baru-baru ini adalah pelepasan atau IPO dari saham bank Mandiri di Bursan Efek Jakarta.
Selain pasar perdana, investor juga dapat bertransaksi atau berinvestasi di pasar sekunder. Pasar sekunder ini dimulai ketika saham mulai dicatatkan di bursa. Saham yang dibeli sama dengan saham yang ditawarkan dalam IPO. Perbedaannya, investor membelinya dari investor lain yang ingin menjual saham tersebut. Tentunya melalui mekanisme transaksi broker sekuritas.
Reksa Dana
Reksa dana sesuai dengan Undang-undang Pasar Modal no. 8 tahun 1995, pasal 1 ayat 27 adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manager Investasi yang telah mendapat izin dari Bapepam. Portofolio investasi dari reksa dana dapat terdiri dari berbagai macam instrumen surat berharga seperti saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau campuran dari instrumen-instrumen di atas.
Dilihat dari jenisnya, terdapat 4 jenis Reksa Dana. Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Campuran. Bila hendak berinvestasi, Anda harus mengenal dan mengetahui berbagai jenis Reksa Dana yang sesuai dengan toleransi Anda terhadap risiko dan tentunya jangka waktu berinvestasi.
Beberapa manfaat dan kemudahan berinvestasi dalam Reksa Dana:
  • Akses ke berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi maupun instrumen pasar uang maupun campurannya dengan dana relatif murah
  • Tingkat likuiditas yang tinggi. Mudah dalam mencairkan dana Anda bila dibutuhkan sewaktu-waktu-unit penyertaan dapat dijual kembali ke perusahaan sekuritas yang mengeluarkan (Reksa Dana terbuka).
  • Bebas pajak karena bukan merupakan objek pajak tidak seperti tabungan dan deposito yang dikenakan pajak.
  • Tingkat risiko yang terukur dengan pola diversifikasi serta tingkat tranparansi yang tinggi (perubahan harga Reksa Dana dapat diketahui setiap hari di koran).
  • Dikelola oleh manager investasi profesional yang sudah mendapatkan izin dari Bapepam, sehingga orang awam maupun investor pemula dapat ikut melibatkan diri tanpa banyak hambatan berarti.
  • Memberikan potensi hasil yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan atau deposito dengan tingkat risiko terukur (diversivikasi).
Investasi awal dari reksadana cukup murah di mana dengan hanya Rp. 500,000 Anda sudah dapat membeli produk reksa dana dengan membeli unit penyertaan dari produk reksa dana tersebut di atas.
Properti
Properti adalah investasi dalam asset tangible bisa berupa tanah atau bangunan. Masyarakat yang menginvestasikan dananya di dalam properti biasanya melihat akan banyaknya permintaan akan tanah serta bangunan di masa datang di suatu daerah. Tingkat pengembalian dari investasi di bidang properti cukup tinggi akan tetapi tingkat likuiditasnya tidak. Apabila di pasar modal instrumennya sangat likuid, di mana anda dapat menjualnya dalam waktu singkat, tidak demikian dengan properti, tingkat likuiditasnya tidak secepat investasi di pasar modal.. Tapi sebagai instrumen jangka panjang properti merupakan investasi yang menjanjikan.
Emas
Emas sudah merupakan pilihan investasi masyarakat tradisional di Indonesia. Banyak masyarakat yang menyimpan uangnnya dalam bentuk emas perhiasaan bukan saja bisa menjadi sarana investasi tapi juga menjadi perhiasaan yang bisa dipakai. Dengan investasi jenis ini harus mengeluarkan biaya tambahan yaitu biaya ongkos pembuatannya.
Ada lagi yang investasi dalam bentuk batangan maupun investasi dalam emas yang tidak konvensional, melalui future traiding atau bursa perdagangan berjangka. Investasi di emas sangat baik dalam keadaan di mana tingkat inflasi suatu negara sangat besar seperti yang terjadi di Indonesia beberapa tahun yang lalu.
Di tahun 1993 harga emas murni 24 karat sekitar Rp. 24,000/gram dan di tahun 1998 harga emas melonjak sangat tinggi sampai mencapai Rp. 140,000/gram. Jadi selama masih adanya tingkat inflasi maka harga emas akan selalu meningkat.
Demikianlah beberapa alternatif investsai yang bisa menjadi pilihan Anda dalam mencapai tujuan keuangan keluarga. *
Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis.

Meningkatkan Kekayaan dengan Proses Perencanaan Investasi(1)

Posted by don't cray On 12.21

Setiap individu atau keluarga pasti menginginkan untuk hidup berkecukupan atau bisa disebut â€Å“kaya” dalam arti finansial. Tapi banyak dari mereka yang merasa bahwa semua itu sulit untuk dicapai apalagi dalam situasi ekonomi Indonesia saat ini. Karena rasa sulit yang dirasa, maka kebanyakan dari mereka tidak melakukan perencanaan sama sekali. Hal inilah yang membuat kehidupan sebagian keluarga yang sudah sulit menjadi tambah sulit. Kekayaan dalam arti finansial sangat dipengaruhi oleh sebuah perencanaan jangka panjang yang dilaksanakan dengan berkesinambungan.

Investasi merupakan sarana terpenting dalam meningkatkan kemampuan Anda untuk mengumpulkan dan menjaga kekayaan. Sebagai awal, sangat penting bagi Anda untuk memahami bahwa â€Å“no single investment is right for everyone”.
Berbagai batasan seperti kebutuhan akan uang tunai, tujuan dan prilaku serta preferensi Anda terhadap risiko, membuat setiap individu memilih investsi yang berbeda-beda. Menentukan investasi yang tepat membutuhkan sebuah perencanaan yang sesuai. Sehingga dalam pembahasan keuangan keluarga kali ini, kami akan menjabarkan langkah-langkah proses yang sebaiknya dilakukan dalam merencanakan investasi guna mencapai semua tujuan keuangan keluarga.
Perencanaan investasi terdiri dari enam langkah:
  • Langkah 1 : Menentukan tujuan keuangan.
  • Langkah 2 : Memahami berbagai instrumen investasi yang ada.
  • Langkah 3 : Memahami pasar keuangan dan konsep.
  • Langkah 4 : Mengembangkan strategi investasi yang tepat.
  • Langkah 5 : Melakukan strategi yang telah ditetapkan.
  • Langkah 6 : Meninjau ulang strategi investasi.
Menentukan Tujuan
Penentuan tujuan keuangan akan sangat berpengaruh dalam pemilihan instrumen investasi yang tepat. Semakin spesifik tujuan keuangan yang ada semakin mudah menentukan investasi yang tepat.
Bila diringkas, tujuan keuangan keluarga harus SMARTSpecific,MeasurableAttainableReality-based, dan Time-bound.
Tujuan keuangan keluarga harus dinyatakan secara spesifik dalam nilai yang terukur serta jangka waktu pencapaiannya. Sebagai contoh, Anda ingin untuk hidup berkecukupan di masa tua. Ini memang tujuan, namun belum spesifik. Diperlukan nilai terukur, misalnya memerlukan dana Rp 1 miliar untuk dapat hidup berkecukupan di masa tua nanti. Agar lebih lengkap, tujuan perlu dinyatakan misalnya sebagai berikut: Pensiun pada usia 55 tahun dengan dana yang dimiliki Rp 1 miliar.
Salah satu kata kunci lain dalam menentukan tujuan keuangan keluarga adalah realistis, agar secara rasional bisa dicapai melalui pelaksanaan dan usaha yang berkesinambungan. Untuk itu, perlu dipertimbangkan situasi kondisi saat ini dalam menentukan tujuan. Jangan sampai tujuan ini menjadi seperti â€Å“punguk merindukan bulan”.
Ciri realistis sangatlah penting karena tujuan keuangan merupakan pilar penting perencanaan keuangan keluarga. Tujuan yang terlalu muluk malah akan menjadi bumerang karena bebannya akan terasa sangat berat sehingga kita menjadi enggan untuk melakukan perencanaan dan usaha pencapaiannya.
Selain itu, tujuan juga harus diurutkan berdasarkan prioritasnya. Bila ada beberapa tujuan keuangan, perlu dikaji urutan prioritasnya. Keterbatasan dan kendala sumberdaya yang kita memiliki sering mengharuskan kita untuk memilih tujuan yang paling penting harus dicapai lebih dulu. Setelah tujuan berprioritas tinggi tercapai, tujuan lain bisa dikejar bila kondisi memungkinkan.
Dibutuhkan empat faktor dalam menentukan tujuan keuangan spesifik keluarga,pertama adalah jangka waktu investasi. Kedua, penetapanprioritas tujuan keuangan. Ketiga, menghitung kebutuhan penyisihan dana untuk mencapai tujuan. Dan terakhir adalah profil investasi Anda sebagai individu.
Menetapkan jangka waktu guna mencapai tujuan keuangan yang Anda miliki, menurut sebagian besar advisor merupakan faktor terpenting dalam menentukan jenis investasi yang sesuai. Jenis investasi yang tepat untuk tujuan jangka panjang biasanya kurang sesuai untuk tujuan keuangan jangka pendek. Demikian pula sebaliknya.
Anda juga sebaiknya memprioritaskan tujuan keuangan yang Anda miliki. Tentunya dengan mengurutkan dari yang terpenting sampai yang tak terlalu penting. Tergantung dengan jangka waktu, tentunya Anda ingin merencanakan pencapain tujuan keuangan yang memiliki prioritas tertinggi dengan proses perencanaan investasi.
Setelah Anda menentukan kedua langkah di atas, maka selanjutnya Anda harus mengembangkan perhitungan alternatif untuk berbagai pilihan investasi. Dari perhitungan ini Anda akan memperoleh nilai dana yang harus Anda investasikan untuk mencapai tujuan keuangan yang dimiliki. Menghitung kebutuhan Anda harus juga melibatkan keadaan keuangan Anda saat ini. Bila Anda merasa kesulitan, Anda dapat melakukan konsultasi dengan perencanan keuangan.
3 Profil investasi Anda menjadi kunci dalam menetapkan jenis investasi yang sesuai untuk Anda.
3 Profil investasi individu sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti di bawah ini:
Usia dan Karir
Usia Anda saat ini serta posisi Anda dalam pekerjaan sangat penting dalam menentukan produk investasi yang sesuai untuk Anda.Secara umum, bila Anda dalam usia yang masih muda dan berada dalam posisi awal dalam karir Anda atau bila dilihat dari silus kehidupan maka Anda berada pada fase akumulasi, maka jangka waktu adalah teman yang baik bagi Anda.
Sedangkan bila Anda di usia mendekati pensiun, maka pilihan investasi dengan risiko tinggi sangat mengkhawatirkan. Bila terjadi kerugian maupun kehilangan akan sangat berdampak terhadap keuangannya. Bila Anda akan pensiun beberapa tahun ke depan maka berinvestasi dalam produk berisiko tinggi sangat riskan karena Anda hanya memiliki waktu yang singkat untuk mengembalikan kerugian yang dialami dengan tambahan penyisihan tabungan. Di samping itu, mereka yang memasuki masa pensiun membutuhkan dana regular untuk kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dipenuhi dari investasi yang mereka lakukan selama masa produktif.
Kebutuhan Likuiditas
Investasi yang Anda lakukan sangat bergantung juga dengan kebutuhan-kebutuhan yang harus Anda keluarkan dalam jangka waktu dekat. Misalnya saja bila Anda harus membayar biaya uang masuk sekolah anak Anda atau Anda ingin membeli rumah dan menyiapkan uang mukanya, maka hal ini sangat berpengaruh dengan investasi yang Anda pilih. Jangan sampai bila kebutuhan Anda sudah dekat dan Anda mendapat kesulitan untuk mencairkannya maka hal ini akan sangat berpengaruh kepada keuangan dan kelangsungan kehidupan keluarga Anda.
Sebagai illustrasi, bila Anda menempatkan uang yang Anda miliki di sektor properti, maka secara umum tingkat likuiditas dari properti sangat rendah, di mana dibutuhkan waktu lama untuk mencairkannya atau menguangkannya. Karena Anda harus mencari orang yang mau membeli properti yang Anda miliki. Keadaan ini dapat berlangsung lama ataupun cepat sangat bergantung dengan lokasi serta permintaan dari properti di lokasi Anda.
Jadi bila Anda memiliki kebutuhan yang harus Anda penuhi dalam waktu dekat maka Anda dapat mengalokasikan sejumlah yang Anda butuhkan dalam investasi yang mudah dicairkan atau diuangkan dan sejumlah lainnya bisa dalam bentuk produk investasi jangka panjang.
Besarnya Portofolio
Anda pasti pernah mendengar slogan dalam berinvestasi â€Å“don’t put all of your eggs in one baket”. Diversifikasi merupakan cara berinvestasi yang memungkinkan Anda mendapatkan hasil yang relatif tinggi (yang Anda inginkan) dengan tingkat risiko yang terukur. Besarnya portofolio yang kami maksud di sini adalah jumlah total nilai investasi Anda.
Besarnya portofolio Anda akan sangat mempengaruhi Anda dalam berinvestasi. Misalkan saja, Anda memiliki uang Rp.30 juta dan Anda ingin berinvestasi dalam saham. Anda berkeinginan mendapatkan hasil maksimal dengan risiko yang terukur, sehingga mengharuskan Anda untuk melakukan diversifikasi, yaitu menempatkan uang Anda dalam beberapa alternatif pilihan saham. Tapi dengan jumlah nilai portofolio yang terbatas membuat Anda kesulitan untuk melakukan diversifikasi secra maksimal. Jadi bila nilai protofolio Anda belum cukup besar, menempatkannya dalam reksa dana saham akan memberikan hasil yang mungkin lebih maksimal.
Besarnya nilai portofolio Anda juga sangat berpengaruh terhadap tipe produk investasi yang dimasukkan dalam portofolio Anda. Dengan portofolio yang besar memberikan Anda kemampuan untuk membeli tipe investasi tertentu, karena risiko terkandung, kebutuhan akan minimum pembelian dan tingkat likuiditas terkandung, membuat tidak cukup baik untuk Anda yang memiliki nilai portofolio yang kecil.
Misalkan saja, Anda ingin menempatkan 20 persen dari portofolio Anda dalam bentuk properti yang secara investasi memiliki tingkat likuiditas yang rendah. Bila portofolio Anda cukup besar hal ini bisa saja Anda lakukan tapi bila nilai portofolio Anda kecil maka hal ini kurang memberikan keseimbangan yang baik untuk investasi Anda.
Satu hal yang harus diingat bahwa, setiap jumlah portofolio investasi memiliki nilai absolut dan relatif. Bila melihat investasi dengan jumlah Rp.100 juta secara absolut itu cukup besar. Tapi bila kita kaitkan dengan individu yang akan pensiun dengan kebutuhan bulanan Rp.5 juta, maka investasi ini tidaklah terlalu besar.
Kebutuhan Arus Kas
Dalam memilih investasi, kebutuhan akan pemasukan atau arus kas regular untuk kebutuhan keluarga juga mempengaruhi Anda dalam memilih tipe investasi. Bila Anda merasa bahwa dengan pamasukan atau gaji sekarang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keuangan keluarga, maka investasi dengan memberikan bunga modal atau kapital setiap bulan secara regular menjadi alternatif pilihan Anda.
Tingkat Pengembalian
Setiap tujuan keuangan keluarga di masa depan, memerlukan perencanaan investasi yang berkesinambungan. Untuk mencapainya, dengan jangka waktu serta besarnya dana yang Anda bisa sisihkan, terkait dengan besarnya tingkat pengembalian yang diharapkan. Setiap perencanaan investasi memiliki, jangka waktu dan tentunya bunga atau pengembalian yang diinginkan guna mencapainya.
Sebagai sebuah contoh, Anda ingin menyiapkan dana untuk pendidikan anak Anda dan dalam perencanaannya Anda membutuhkan sebuah investasi dengan tingkat pengembalian 18 persen dengan inflasi 8 persen atau kurang setiap tahun. Dengan begitu Anda dapat memilih produk investasi yang sesuai dengan tingkat pengembalian yang diharapkan.
Satu hal yang harus diingat, bahwa setiap tingkat pengembalian yang Anda harapkan akan selalu terkait langsung dengan tingkat risiko. Jadi Anda juga harus melihat dan mempertimbangkan toleransi Anda terhadap risiko. Jangan sampai perencanaan yang Anda lakukan membuat Anda menjadi tidak tenang, karena tingkat risiko yang terlalu tinggi.
Toleransi terhadap Risiko
Faktor ini sangat mempengaruhi pilihan produk investasi yang akan Anda pilih karena terkait langsung dengan tingkat risiko yang dapat Anda ambil. Kebanyakan individu adalah investor yang konservatif. Mereka cenderung tidak mau mengambil risiko tambahan yang tidak terlalu mereka anggap perlu. Dalam hal ini tingkat risiko yang berani Anda ambil akan sangat berpengaruh dengan keuntungan potensial yang Anda inginkan. Bila Anda termasuk orang-orang yang memiliki tingkat toleransi risiko yang rendah maka Anda akan cenderung menghindari dari produk investasi yang mengandung risiko tinggi. n
Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis.

Strategi Menekan Uang Kuliah

Posted by don't cray On 12.15

Sebentar lagi adalah tahun ajaran baru bagi mereka yang baru masuk ke sekolah tinggi, entah itu sekolah tinggi, akademi, institut atau apa pun. Beberapa dari Anda yang memiliki anak umur 18 atau 19 tahun yang akan masuk ke sekolah itu mungkin masih belum memutuskan sekolah mana yang tepat untuk anak Anda. Bisa karena alasan lokasi, mutu, atau yang paling sering: karena masalah biaya.

Bagaimana kalau pada saat ini anak Anda yang berumur 18/19 tahun datang kepada Anda, duduk dan mengatakan: “Mama/Papa, tolong belikan saya mobil baru. Saya tadi melihat mobil baru di koran, dan sepertinya mobil itu cocok buat saya. Saya perlu mobil supaya gampang pergi ke mana-mana. Harganya cuma Rp 45 juta. Beli, ya?”
Apa jawaban Anda? Mungkin Anda akan menolaknya. “Enak saja… Memangnya dia pikir orang tuanya ini pohon uang, apa?” Anda mungkin berpikir bahwa tidak ada seorang pun anak Anda yang bisa datang seenaknya kepada Anda dan minta dibelikan mobil baru.
Tapi bagaimana kalau anak Anda datang kepada Anda, duduk, dan mengatakan: “Mama/Papa, saya sudah lihat tiga sekolah yang menurut saya cukup baik. Saya hitung-hitung, sampai lulus cuma perlu bayar Rp 60 juta. Jadi sekitar Rp 12 juta setahun. Saya ingin masuk ke situ. Bisa, ya?”
Apa jawab Anda? Bukan hanya Anda dan suami/istri akan mengiyakan, tapi mungkin bersedia me-lakukan apa pun supaya anak Anda bisa masuk ke sekolah yang dia inginkan. Anda mungkin akan menguras semua isi tabungan Anda, pinjam uang ke bank, atau mengambil pekerjaan sampingan.
Malah ada lagi cara yang paling mudah, yakni pinjam uang ke saudara. “Ini menyangkut masa depan anak, lo…” begitu pikir Anda. “Jika saya tidak menyanggupinya, berarti saya mungkin akan menghancurkan masa depan anak saya. Uang tidak jadi masalah buat kita. Saya akan pinjam uang kalau perlu. Yang penting dia bisa kuliah di tempat yang dia inginkan.”
Yah, kalau pada saat ini Anda tidak memiliki uang cukup untuk mampu membayar biaya kuliah di tempat yang diinginkan anak Anda, maka uang yang Anda pinjam dari bank atau dari saudara untuk bisa membayar biaya kuliah tersebut bisa membuat Anda terpuruk dalam hutang. Entah itu selama beberapa bulan atau beberapa tahun.
Kalau begitu halnya, kenapa Anda tidak mencoba mengakali (baca:menekan) biaya kuliah anak Anda di perguruan tinggi? Ada beberapa strategi yang saya sarankan:
Strategi 1: Bandingkan penghasilan yang kelak akan didapat dengan biaya yang mesti dikeluarkan sekarang
Kalau Anda perhatikan, sebetulnya Anda tidak harus selalu menyekolahkan anak Anda ke perguruan tinggi yang mahal. Sebagai contoh adalah bila anak Anda ingin menjadi seorang antropolog.
Antropolog adalah profesi yang luar biasa dan saya memberikan respek penuh kepada profesi ini. Tapi harus diakui, pada kenyataannya profesi antropolog di Indonesia tidak akan mendapatkan penghasilan yang bisa dikatakan besar. Karena itu, daripada menyekolahkan anak Anda ke jurusan antropologi di universitas yang mahal, kenapa Anda tidak mempertimbangkan jurusan antropologi di perguruan tinggi yang lebih murah biayanya? Toh itu tidak akan mempengaruhi income anak Anda kelak, kan?
Berkaitan dengan strategi 1 ini ada beberapa hal yang sebaiknya Anda ketahui:
  • Kebanyakan perusahaan tidak peduli di mana Anda sekolah. Buat mereka, sudah cukup bila Anda memiliki gelar tertentu seperti S1, misalnya. Ini karena mereka sebetulnya lebih melihat bagaimana pengalaman Anda dan bagaimana kemampuan Anda dalam menjalankan pekerjaan Anda.
    Kalau Anda tidak percaya, coba Anda tanyakan hal ini ke bagian SDM di perusahaan Anda, orang macam apa yang akan mereka terima sebagai karyawan baru: mereka yang kuliah di sekolah mahal dan bergengsi tapi kemampuan pas-pasan, atau mereka yang lulusan sekolah tidak terkenal tapi keterampilannya oke.
  • Banyak sekali lulusan universitas yang pada akhirnya bekerja di bidang yang jauh berbeda dengan bidang yang mereka tempuh dulu ketika kuliah. Coba ingat-ingat lagi bidang pekerjaan macam apa yang dijalani teman kuliah Anda dulu. Atau lihat teman-teman kerja Anda pada saat ini, apakah semua dari mereka kuliah di bidang yang sama dengan pekerjaan mereka saat ini.
  • Banyak sekali lulusan universitas yang sulit dapat kerja, atau hanya bekerja beberapa tahun saja dan kembali ke rumah untuk membesarkan anak. Malahan banyak di antara mereka yang tidak pernah lagi bekerja. Atau, ada juga yang baru kembali bekerja setelah 10 atau 20 tahun berada di rumah (kebanyakan dari mereka ada yang kembali ke sekolah untuk menyegarkan ingatan mereka kembali sebelum mereka kembali masuk ke dunia kerja).
Strategi 2: Cari sekolah S1 yang lebih murah kalau anak Anda ingin terus ke jenjang S2.
Bila anak Anda berencana untuk memasuki bidang pekerjaan yang mensyaratkan gelar S2, akan lebih baik bila Anda mencari sekolah S1 yang tidak mahal. Ini karena sekolah S2 sendiri pada saat ini sudah cukup tinggi biayanya, dan untuk bisa masuk ke sekolah S2, kebanyakan dari sekolah-sekolah S2 itu tidak mensyaratkan agar anak Anda harus lebih dulu masuk ke sekolah S1 yang mahal. Jadi, kenapa Anda harus mencari sekolah S1 yang mahal kalau dengan sekolah S1 yang berbiaya lebih murah anak Anda punya kesempatan yang sama dengan anak-anak lain untuk masuk ke Sekolah S2?
Strategi 3: Beritahu anggaran biaya Anda pada anak Anda - atau kalau perlu libatkan saja dia sekalian.
Anak Anda mungkin mengatakan: “Saya mau sekolah di universitas itu atau ini.” Dia tidak mengetahui biayanya sama sekali, dan Anda-lah yang harus mencari tahu berapa biayanya. Dan bila biaya sekolah itu cukup mahal, Anda jadi berpikir-pikir bagaimana caranya agar bisa membayar biayanya. Daripada melakukan hal itu, coba Anda pertimbangkan cara berikut:
  1. Tentukan sendiri berapa batas rupiah yang ingin Anda keluarkan untuk membayar biaya kuliah anak Anda. Lalu, tunjukkan angka ini ke anak Anda dan katakan bahwa ia harus memilih sekolah yang biayanya tidak lebih dari angka yang Anda tunjukkan.
  2. Atau, minta agar anak Anda yang mengajukan sekolah-sekolah yang sesuai dengan keinginannya, lengkap dengan biayanya serta cara pembayarannya. Ini akan membuatnya mencari tahu sendiri biaya-biaya itu dengan datang langsung ke sekolah yang ia inginkan. Dengan demikian, secara tidak langsung anak Anda akan mengetahui dan bisa “merasakan” apakah biaya kuliah di tempat yang ia inginkan itu memang mahal atau tidak.
Terserah Anda mau percaya atau tidak, tetapi dengan cara seperti ini, anak Anda mungkin akan mau mengusulkan sekolah yang lebih murah dibanding sekolah lain yang lebih mahal dengan bidang kuliah yang sama. Bila ia tidak mengusulkannya, mungkin Anda yang harus melakukannya.
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 650/XIII. Ditulis oleh Safir Senduk.

Bias Psikologi dan Investasi

Posted by don't cray On 12.13

Bias Psikologi dan Investasi

Mengembangkan sebuah perencanaan investasi termasuk langkah yang sulit, akan tetapi terus berjalan dalam perencanaan yang telah ditetapkan jauh lebih berat. Kebanyakan investor sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu tamak (greed) dan takut (fear). Bila pasar sedang bergejolak, investor jadi takut. Bukannya menjual pada saat harga sedang naik malah menjual saat turun.
Mereka melakukan hal tersebut karena mereka manusia dan mereka juga kurang memiliki ketetapan hati dalam melaksanakan perencanaan yang telah dibuat atau malah tidak memiliki perencanaan investasi sama sekali. Kita sering kali mengambil keputusan berdasarkan emosi semata. Hal ini bisa merusak investasi yang telah dilakukan.

Tamak (Greed)
Sifat Pertama adalah Tamak (Greed). Sering terjadi, akibat ingin buru-buru mendapatkan keuntungan besar, investor lupa untuk berpikir rasional dan bertindak berdasarkan ‘naluri’ yang ternyata lebih bersifat emosional. Misalnya, saat IHSG meningkat dari level 400-an dan untuk pertama kalinya kembali menembus ke level 700-an, banyak investor baru terangsang emosi tamaknya. Saat itu, melihat banyak rekan atau tetangga mereka mendadak bisa beli mobil baru karena investasi di saham, para investor lugu tersebut tanpa pikir panjang langsung ikutan beli saham. Sayangnya, tak lama setelah mereka beli saham, IHSG justru menurun.
Apa jadinya? Karena kurangnya pengetahuan serta pola investasi yang sesuai bukan keuntungan yang didapat, melainkan kerugian. Maunya untung malah buntung.
Investor sangat dipengaruhi oleh informasi seputar performa sebuah investasi. Keputusan untuk mendapatkan keuntungan didasari oleh performa masa lalu sebuah investasi. Seperti kita ketahui, â€Å“past performance is no guarantee of future results” . Mungkin pada masa tersebut sebuah sektor yang dipilih oleh manajer investasi memberikan keuntungan yang tinggi. Begitu Anda mulai melihat pertumbuhan dari investasi tersebut Anda baru masuk. Namun, setelah beberapa waktu, sektor tersebut mulai melemah dan malah merugi.
Ekspektasi yang berlebihan
Karena investor merasa sangat tamak, hal ini bisa mengakibatkan Anda menjadi sangat mengharapkan sesuatu diluar kebiasaan tentang risiko investasi maupun keuntungan investasi. Menabung menjadi kurang dan mengakibatkan tidak tercapai tujuan yang diinginkan karena Anda mengharapkan keuntungan invetsai yang tidak realistik. Bila harapan Anda tidak terwujud Anda harus mencari alterntif investasi lain yang mungkin saja lebih tidak realistik, dengan harapan dapat mengejar kekurangan yang selama ini terjadi.
Takut (Fear)
Saat IHSG mulai menurun (lanjutan cerita diatas), pendulum emosi para investor baru tersebut beralih dari tamak menjadi Takut (Fear). Akibatnya mereka beramai-ramai keluar dari pasar. Jadi yang mereka lakukan bukannya beli murah jual mahal, melainkan beli mahal, jual murah, alias rugi.
Timbul rasa takut dikarenakan adanya potensi kerugian. Banyak researchyang mengatakan bahwa kita lebih membeci kehilangan atau kekalahan dari pada kita mencintai kemenangan. Mengikuti perkembangan portfolio atau investasi yang Anda miliki setiap saat bisa sangat membahayakan. Seperti halnya bila Anda menginvestasikan dana di saham. Bila Anda mengikuti perkembangan setiap saat, bila kecenderungan pasar lagi turun, Anda terangsang untuk menjual saham yang Anda miliki. Karena informasi yang diperoleh hampir setiap hari, seringkali sulit untuk tetap bertahan di keputusa yang telah ditetapkan sejak semula.
Dalam hal monitoring investasi yang telah Anda alokasikan dan tempatkan akan lebih baik bila Anda melihat setiap 6 bulan atau 3 bulan sekali. Hal ini bisa mungurangi keinginan Anda untuk menjual (karena perubahan sesaat) saham-saham atau investasi yang dimiliki.
Bagaimana mengatasi hal ini?
Untuk menanggulangi emosi yang menghambat investasi Anda, langkah pertama adalah dengan melakukan otomatisasi menabung (menabung dengan memotong secara otomatis setiap bulan dari pendapatan) yang Anda lakukan sehingga tetap berjalan di perencanaan yang telah ditetapkan dan ada tiga tindakan yang sebaiknya dipertimbangkan,Dollar Cost AveragingRebalancing (membalance alokasi portfolio) danSimplifiying (dibuat simpel).
Dollar cost averaging
Perencanaan keuangan keluarga merupakan perencaaan yang berkesinambungan. Dibutuhkan disiplin dan motivasi yang kuat guna mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan keterbatasan pendapatan yang diperoleh setiap bulan, sangat dianjurkan bagi keluarga untuk memulai menyisihkan dana untuk tujuan keuangan sedini mungkin. Penempatan dan alokasi dana dilakukan secara reguler setiap bulan sesuai kesanggupan keuangan keluarga. Pola investasi ini biasa disebut dengan dollar cost averaging (DCA).
Berikut ini ilustrasi DCA untuk penempatan dana di bursa saham. Konsep DCA ada hubungannya dengan diversifikasi. Para investor di bursa saham berdiversifikasi dengan menanamkan uang tak hanya pada satu saham, tapi menyebarkannya pada banyak saham di pelbagai sektor. Gagasannya: bila satu sektor sedang lesu, mungkin sektor lain bisa mengompensasinya.
Diversifikasi seperti ini sudah lazim dan dikenal banyak orang. Masalahnya, bagaimana jika semua sektor—atau dengan perkataan lain pasar saham—kebetulan pada waktu tertentu sedang merosot? Dalam situasi ini, diversifikasi seperti itu tidak bisa berbuat banyak. Salah satu cara yang pasti ampuh untuk menghindari kerugian akibat merosotnya pasar saham adalah jangan berinvestasi di saham. Memang, dengan tidak berinvestasi di pasar saham berarti tak mengalami kerugian, tapi Anda juga tak akan mengalami keuntungan kalau pasar meroket seperti yang terjadi mulai pertengahan tahun 2003 sampai awal 2004.
Lalu, mesti bagaimana? Jangan khawatir, masih ada harapan. Ada satu jenis diversifikasi lagi yang dapat mengurangi risiko kerugian akibat kemerosotan pasar saham. Konsep yang satu ini bukan diversifikasi biasa, namanya diversifikasi waktu. Konsep aslinya sering disebut DCA.
Misalkan Anda punya uang Rp 1 miliar untuk diinvestasikan dalam bentuk saham. Berdasarkan hitungan rasio harga-pendapatan (price-earning ratio: PER) dan harga-nilai buku (price-to-book value: PBV), Anda pikir saham-saham di Bursa Efek Jakarta kini relatif murah. Kalau pasar meningkat pesat dalam tempo 1—2 tahun, return yang akan diperoleh bisa sangat besar.
Kendati begitu, dalam jangka pendek Anda masih ragu dengan naik-turunnya pasar. Ada kemungkinan pasar masih melorot sejenak sebelum tinggal landas. Kalau uang Rp 1 miliar ini diinvestasikan sekarang dan ternyata pasar merosot, bisa runyam. Sebaliknya, kalau investasi ditunda dan ternyata pasar segera menguat, Anda ketinggalan kereta dan terpaksa gigit jari. Pendeknya, baik masuk terburu-buru maupun menunggu terlalu lama sama-sama bisa membuat Anda menyesal.
Alternatif konservatif untuk menghindari penyesalan itu adalah dengan menginvestasikan uang Anda secara bertahap, misalnya Rp 100 juta tiap bulan selama 10 bulan. Sambil menunggu, uang yang belum diinvestasi bisa dititip di broker dengan bunga setingkat bunga deposito (tentu saja hal ini harus dikonfirmasi dan dinegosiasikan dengan broker Anda). Dengan cara begitu, bila pasar masih menurun Anda tak akan terlalu menyesal masuk saat pasar masih relatif tinggi. Serupa dengan itu, bila pasar mulai meningkat, Anda juga tak terlalu menyesal terlambat masuk pasar.
Manfaat lain dari DCA: dengan membeli sedikit-sedikit, order belinya tak membuat harga naik. Bayangkan bila seorang investor punya uang Rp 1 triliun yang sekaligus diinvestasikan dalam satu hari. Order beli tersebut tak akan bisa dipenuhi tanpa menyebabkan harga saham naik untuk sementara, terutama bila saham-saham yang dipesan kurang likuid (nilai transaksi normal per harinya hanya sedikit).
DCA juga berlaku bila Anda berencana menginvestasikan sebagian penghasilan Anda setiap bulan secara teratur. Untuk investasi yang relatif sedikit, Anda dianjurkan menggunakan sarana investasi reksadana. Dengan menggunakan reksadana, investasi Anda telah terdiversifikasi dalam banyak saham yang dimiliki oleh reksadana itu. Jadi, diversifikasi saham didelegasikan kepada reksadana, sementara diversifikasi waktu langsung Anda kendalikan sendiri.
Diversifikasi waktu melalui DCA memerlukan disiplin dan horison investasi jangka panjang. Dengan mengabungkan otomatisasi pemotongan dana untuk tabungan, dan pola DCA, potensi tujuan yang diinginkan dalam jangka panjang menjadi meningkat. Dalam banyak hal—termasuk investasi—tanpa perencanaan, disiplin, dan kesabaran sulit untuk mencapai hal yang Anda idam-idamkan.
Rebalancing & simplifying
Merancang ulang target alokasi porfolio yang Anda miliki sehingga sesuai dengan investasi yang telah ditetapkan disebut dengan rebalancing. Reblanacing ini bisa dengan membeli saham atau obligasi bila terjadi perubahan harga. Misalkan dari total investasi yang Anda miliki, Anda mengalokasikan 20% di saham. Karena pasar modal sedang naik, nilai total investasi di saham jadi meningkat, yng tadinya persentasinya hanya 20% menjadi 30% dari toatl investasi. Sehingga Anda befikir untuk mengubah alokasi portfolio seperti semula yaitu dengan menjual sebagai saham yang dimiliki dana dibelikan obligasi atau investasi pasar uang.
Coba untuk menjadi investasi yang Anda lakukan semudah dan sisimpel mungkin. Hindari investasi yang mengharuskan Anda untuk mengambil terlalu banyak keputusan. Tempatkan investasi dalam bentuk reksadana karena produk ini banyak memberikan keunggulan seperti ases ke berbagai instrumen investasi, tingkat likuiditas yang tinggi, dikelola oleh manajer investasi profesional dan lain-lain.
Demikianlah penjelasan kami seputar emosi dalam pengambilan keputusan investasi. Kenali berbagai emosi yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam berinvestasi dan coba untuk emgatasinya dengan menetapkan perencanaan dan melakukan ketiga tindakan dalam jangka panjang. Hal ini akan meningkatkan potensi pencapaian tujuan yang selama ini diidamkan.*
Muhamad IchsanTulisan ini ditulis oleh Muhamad Ichsan dan dimuat di Pembelajar.Com.* Muhamad Ichsan, ChFC, MsFin, adalah praktisi dan akademisi di bidang perencanaan keuangan. Ia adalah Managing Partner pada PrimaPlanner dan Direktur Program IFPI, serta mengajar di Ubinus dan STAN. Ichsan dapat dihubungi melalui email: ichsan02@yahoo.com.

wisdom untuk perencanaan keuangan

Posted by don't cray On 11.57

WISDOM untuk Proses Perencanaan Keuangan

Pepatah bijak mengatakan bahwa WISDOM adalah awal dari keberhasilan. Di tangan kanannya ada panjang umur dan di tangan kirinya ada kebahagian, dan jalannya menuju pada kemakmuran.
SECARA umum proses sebuah perencanaan keuangan keluarga yang didapat di buku-buku personal finance mencakup enam langkah utama. Dalam pembahasan kali ini, kami akan menggunakan kata WISDOM sebagai singkatan untuk mempermudah mengingat langkah perencanaan keuangan tersebut.

Huruf pertama W adalah singkatan dari Watak. Artinya, kenali situasi dan kondisi keuangan Anda saat ini. Huruf kedua I adalah singkatan dariIngin. Artinya, tentukan tujuan keuangan Anda di masa depan. Huruf ketiga S adalah singkatan dari Siasat. Artinya, setelah kita tahu kondisi saat ini dan tujuan di masa depan, kita perlu merancang strategi untuk mencapai tujuan bertolak dari kondisi saat ini. Huruf keempat D adalah singkatan dari Didik. Untuk mencapai tujuan masa depan melalui strategi yang disusun, kita perlu memperlengkapi diri kita dengan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap baru yang mungkin sekali belum kita miliki saat ini. Jadi, kita perlu belajar.
Huruf kelima O adalah singkatan dari 
Otak / Otot. Artinya, kita perlu melaksanakan strategi yang telah disusun dengan bekerja cerdas dan keras untuk mencapai tujuan tersebut. Huruf keenam M adalah singkatan dari Manajemen atau Monitor. Artinya, kita perlu mengelola sumberdaya yang kita miliki dan memantau pencapaian hasil dibandingkan rencana semula.
Berdasarkan WISDOM tersebut, proses perencanaan keuangan keluarga dapat dibagi menjadi enam langkah utama. Pertama, pembuatan catatan keuangan keluarga (termasuk catatan kekayaan dan arus), untuk mengetahui kondisi keuangan saat ini. Kedua, penentuan tujuan keuangan keluarga secara spesifik dan realistik. Ketiga, penyusunan rencana strategi untuk mencapai tujuan bertolak dari kondisi saat ini. Keempat, pembelajaran untuk melengkapi diri dengan pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skills), dan sikap (attitude) yang dibutuhkan untuk melaksanakan strategi.
Kelima, pelaksanaan rencana strategi dengan bekerja keras dan bekerja cerdas. Keenam, pemantauan dan pengelolaan sumberdaya yang dimiliki agar tetap pada jalur rencana semula, atau melakukan penyesuaian / perubahan bila rencana semula dirasa tidak lagi sesuai dengan kondisi. Keenam langkah tersebut akan dibahas satu persatu dalam uraian berikut ini.
Catatan Keuangan Keluarga
Nakhoda kapal memerlukan peta dan peralatan navigasi untuk menentukan posisi sekarang dan arah dalam mengarungi luasnya lautan agar dapat mencapai tujuan. Dalam perencanaan keuangan keluarga, kita juga memerlukan alat bantu. Alat ini adalah catatan kekayaan (dalam keuangan perusahaan sering diacu sebagai neraca atau balance sheet) dan catatan arus kas (padanannya dalam keuangan perusahaan adalah laporan rugi / laba dan laporan arus kas).
Buku atau penulis lain sering menyebut catatan ini sebagai laporan agar lebih paralel dengan istilah keuangan perusahaan. Kami lebih suka menyebutnya catatan. Kata laporan bermakna terlalu formal dan dibuat untuk atasan atau penguasa atau publik.
Sementara catatan adalah dibuat untuk kepentingan kita sendiri dan berkesan lebih personal. Dengan adanya kedua catatan ini, kita dapan melihat situasi kondisi keuangan kita saat ini dan mengikuti perkembangan dari pelaksanaan perencanaan sampai sejauh ini. Dari kedua catatan ini pula kita bisa melihat perubahan kondisi keuangan keluarga.
Tanpa kedua catatan ini, sulit bagi kita untuk menentukan situasi kondisi keuangan kita saat ini dan menentukan perencanaan yang realistis dan strategis. Tanpa kedua catatan ini, akan sulit juga bagi kita untuk mengidentifikasi masalah yang telah atau berpotensi timbul dan kesempatan yang dapat diraih.
Beberapa informasi yang perlu dikumpulkan berkaitan dengan navigasi keuangan keluarga:
  • Pendapatan kotor dan penghasilan bersih setiap bulan
  • Penghasilan lain, seperti pendapatan dari investasi
  • Catatan atau perencanaan pengeluaran Anda dan keluarga untuk membantu melihat penggunaan penghasilan bulanan
  • Catatan kekayaan berupa aset yang dimiliki dan utang atau liabilities
  • Premi dan pertanggungan proteksi asuransi yang telah dimiliki
  • Dana dalam tabungan
  • Nilai investasi properti atau sewa properti
  • Jumlah anak serta usia masing-masing anak
Dengan mengetahui informasi tersebut, kita akan lebih kenal terhadap kondisi keuangan kita untuk memudahkan bernavigasi mengarungi samudra keuangan keluarga.
Penentuan Tujuan Keuangan
Setelah memahami situasi kondisi keuangan saat ini, kita lebih siap untuk menentukan tujuan keuangan yang spesifik dan realistis dalam kaitan dengan perencanaan keuangan keluarga secara terpadu.
Untuk menentukan tujuan ini, tetap diperlukan perbincangan yang mendalam secara rasional dari hati ke hati dengan masing-masing anggota keluarga. Setiap individu dalam keluarga adalah unik dan memiliki preferensi sendiri. Jadi, dibutuhkan keterbukaan untuk mencapai kesepakatan bersama semua anggota keluarga, khususnya ibu dan bapak sebagai pimpinan bahtera keluarga untuk menuju masa depan bersama.
Bila diringkas, tujuan keuangan keluarga harus SMARTSpecific,MeasurableAttainableReality-based, dan Time-bound. Tujuan keuangan keluarga harus dinyatakan secara spsifik dalam nilai yang terukur serta jangka waktu pencapaiannya. Sebagai contoh, Anda ingin untuk hidup berkecukupan di masa tua. Ini memang tujuan, namun belum spesifik. Diperlukan nilai terukur, misalnya memerlukan dana Rp 1 miliar untuk dapat hidup berkecukupan di masa tua nanti. Agar lebih lengkap, tujuan perlu dinyatakan misalnya sebagai berikut: Pensiun pada usia 55 tahun dengan dana yang dimiliki Rp 1 miliar.
Salah satu kata kunci lain dalam menentukan tujuan keuangan keluarga adalah realistis, agar secara rasional bisa dicapai melalui pelaksanaan dan usaha yang berkesinambungan. Untuk itu, perlu dipertimbangkan situasi kondisi saat ini dalam menentukan tujuan. Jangan sampai tujuan ini menjadi seperti punguk merindukan bulan.
Ciri realistis sangatlah penting karena tujuan keuangan merupakan pilar penting perencanaan keuangan keluarga. Tujuan yang terlalu muluk malah akan menjadi bumerang karena bebannya akan terasa sangat berat, sehingga kita menjadi enggan untuk melakukan perencanaan dan usaha pencapaiannya.
Selain itu, tujuan juga harus diurutkan berdasarkan prioritas. Bila ada beberapa tujuan keuangan, perlu dikaji urutan prioritasnya. Keterbatasan dan kendalah sumberdaya yang kita memiliki sering mengharuskan kita untuk memilih tujuan yang paling penting harus dicapai lebih dulu. Setelah tujuan berprioritas tinggi tercapai, tujuan lain bisa dikejar bila kondisi memungkinkan.
Strategi, Pembelajaran, dan Perencanaan
Setelah mengetahui kondisi awal dan tujuan keuangan keluarga, langkah selanjutnya adalah penyusunan strategi untuk mencapai tujuan keuangan keluarga itu. Sebagai persiapan penyusunan strategi, perlu dilakukan analisis lebih lanjut terhadap kondisi keuangan. Dari analisis ini dapat dilihat terpenuhinya ciri SMART dari tujuan keuangan yang ditentukan.
Analisis ini juga membantu mengidentifikasi kesesuaian antara keinginan kita atau nilai-nilai yang kita miliki dan kebiasaan serta penggunaan pendapatan bulanan. Bila ditemukan ketidaksesuaian, maka perlu ditentukan sasaran jangka pendek untuk menangani kesenjangan ini.
Selanjutnya, strategi yang disusun kembali harus memenuhi ciri realistis dan memiliki batas waktu. Sebagai contoh, keluarga Andi berpenghasilan Rp 15 juta/bulan. Mereka memiliki tujuan untuk membeli rumah dengan menggunakan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dalam jangka waktu tiga tahun ke depan. Uang muka yang dibutuhkan adalah Rp 250 juta. Saat ini dana yang dialokasikan baru Rp 100 juta. Jadi, dalam tempo tiga tahun ke depan mereka harus mengalokasikan data tertentu, misalnya menurut perhitungan dibutuhkan Rp 3,29 juta per bulan.
Bila terjadi kekurangan untuk tujuan keuangan ini, ada beberapa aksi yang bisa dilakukan oleh keluarga Andi, di antaranya: mengurangi pengeluaran tidak tetap seperti pakaian, rekreasi, makan di luar rumah bersama keluarga. Dengan demikian dana yang dihemat bisa disisihkan untuk tujuan uang muka KPR tersebut.

Contoh di atas baru mencakup satu tujuan keuangan keluarga. Perencanaan yang terpadu memiliki beberapa tujuan keuangan, baik jangka pendek, menengah, mau pun panjang. Untuk perencanan terpadu ini disarankan untuk mencari bantuan atau masukan dari para profesional di bidang keuangan personal / keluarga. Perencana keuangan keluarga bukan hanya membantu nasabah dari sisi perencanaan saja, tetapi juga dapat berperan sebagai mentor atau pembimbing dalam kaitan dengan keuangan keluarga.
Perencana keuangan dapat membantu kita meningkatkan diri kita dengan mengarahkan kita untuk mempelajari pengetahuan baru, ketrampilan baru, dan membangun sikap baru (KSA, yaitu KnowledgeSkills, danAttitude). Sering kali kita belum memiliki KSA yang diperlukan untuk melaksanakan rencana yang telah disusun. Misalnya, untuk berinvestasi di reksa dana, diperlukan pengetahuan tentang piranti investasi itu. Banyak orang Indonesia saat ini masih buta tentang reksa dana. Pembelajaran dapat dilakukan secara formal melalui kursus, mau pun secara informal dengan membaca buku atau otodidak.
Tekad atau niat yang kuat adalah satu sikap kunci yang perlu dimiliki agar pencapaian tujuan keuangan bisa terlaksana. Sebagian besar tujuan keuangan memerlukan waktu yang panjang untuk mencapainya. Tanpa tekad membaja, banyak orang menyerah dan berhenti di tengah jalan. Tekad membaja akan membantu kita untuk tetap berada pada rel yang benar meski situasi tidak bersahabat.
Selanjutnya, agar tujuan keuangan bisa tercapai, kita perlu mengembangkan kebiasaan untuk bekerja keras dan cerdas (work hard and smart). Kebiasaan ini lah yang dalam jangka panjang akan menentukan masa depan kita. Seperti diungkapkan oleh Charles Reade: Sow an act and you reap a habit…Sow a habit and you reap a character…Sow a character and reap your destiny !
Pengelolaan Sumberdaya
Langkah berikutnya adalah terus mengelola sumberdaya dan memantau pelaksanaan perencanaan agar sesuai dengan rencana. Bila terjadi penyimpangan terhadap rencana semula, perlu dilakukan tindakan pemulihan. Tindakan ini bisa berupa mengembalikan perjalanan pada jalur semula, atau mengubah rencana karena sudah tidak relevan lagi dengan situasi saat itu. Revisi mungkin terjadi karena keadaan keuangan keluarga selalu berubah. Kata-kata bijak mengatakan bahwa satu hal yang pasti dalam dunia ini adalah terjadinya perubahan.
Perubahan dalam kehidupan berkeluarga atau karier, seperti kelahiran anak, promosi, pindah kerja, pemutusan hubungan kerja, dan lain-lain mengharuskan kita untuk mempertimbangkan kembali tujuan dan rencana yang ada. Masih realistis kah tujuan dan rencana semula? Bisa saja rencana yang semula mungkin menjadi mustahil atau justru menjadi terlalu mudah dicapai dan kurang menantang. Misalnya, krisis dan PHK menyebabkan kita harus menunda dulu rencana pembelian mobil baru atau perbaikan rumah, atau bahkan perlu mencairkan segera dana darurat plus dana tabungan.
Dengan pemantauan dan revisi, kita juga semakin kenal dengan situasi, kekuatan, keterbatasan, dan potensi risiko yang mungkin kita alami. Dengan semakin mengenal hal itu, kita semakin bisa merencanakan masa depat secara lebih akurat.
Pengenalan ini adalah merupakan dari proses belajar lewat jam terbang, yang tidak bisa diganti dengan belajar di belakang meja atau dengan sekadar membaca buku teks. Orang dikatakan tua apabila berhenti belajar, bukan karena usia. Usia bisa mengerutkan kulit, namun berhenti belajar akan mematikan pikiran dan mengerutkan jiwa.n
Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis

Jumat, 15 Oktober 2010

wisdom

Posted by don't cray On 11.25

WISDOM
·         Carl Gustav Jung
"Satu-satunya hal yang harus kita takuti di planet ini adalah manusia." Carl Gustav Jung (1875–1961), psikolog Swiss"
·         Arthur Koestler
"Keberanian tak pernah membiarkan tindakan-tindakan Anda dipengaruhi rasa takut dalam diri Anda.” Arthur Koestler (1905–1938), jurnalis dan kritikus asal Inggris"
·         Christopher Fry
"Dalam tragedi, setiap momen adalah keabadian; dalam komedi, keabadian adalah sebuah momen.” Christopher Fry (1907–2005), penulis Inggris"
·         Paulo Coelho
"Tak seorang pun bisa berdusta, tak seorang pun bisa menyembunyikan sesuatu ketika dia menatap langsung ke mata seseorang.” Paulo Coelho, penulis kenamaan asal Brasil "
·         Benjamin Franklin
"Uang belum pernah dan tak akan pernah membuat manusia bahagia. Makin banyak orang punya uang, makin banyak lagi yang dia inginkan. Uang membuat orang terus-menerus mengisi sesuatu yang kosong.” Benjamin Franklin (1706–1790), ilmuwan, filsuf, dan penemu asal AS"
·         Herbert Hoover
"Kompetisi bukan hanya berdasarkan perlindungan terhadap konsumen, tapi semangat untuk kemajuan.” Herbert Hoover (1874–1964), Presiden Amerika Serikat"
·         Michel de Montaigne
"Ketenaran dan ketenangan tak pernah bisa menjadi kawan.” Michel de Montaigne (1533–1592), penulis dan filsuf Prancis"
·   Oprah Winfrey

"Saya percaya segala sesuatu yang terjadi karena suatu alasan, bahkan ketika kita tidak cukup bijak untuk melihatnya.” Oprah Winfrey Pembawa Acara Talkshow Televisi AS"

·   Neil Armstrong

"Misteri menciptakan keajaiban dan keajaiban adalah dasar keinginan manusia untuk memahami.” Neil Armstrong, astronot Amerika Serikat"

 

 

 

·    Herbert Hoover

"Kompetisi bukan hanya berdasarkan perlindungan terhadap konsumen, tapi semangat untuk kemajuan.” Herbert Hoover (1874–1964), Presiden Amerika Serikat 

·   Vincent van Gogh

"Buat apa hidup kalau kita tidak berani mencoba sesuatu?” Vincent van Gogh (1853–1890), pelukis

·   Orlando Bloom

""Jika hidup bukan tentang kemanusiaan dan kehidupan harmoni, saya tidak tahu untuk apa hidup itu.” Orlando Bloom, aktor asal Inggris"

·  Pablo Casals

""Kemampuan manusia untuk peduli adalah sesuatu yang menjadikan hidup bermakna paling dalam.” Pablo Casals (1876–1973), pemain celo dan dirigen terkemuka asal Spanyol"

·  Dale Carnegie

""Yang membuat kamu berbahagia atau tidak berbahagia bukanlah apa yang kamu punya, siapa kamu, di mana kamu, atau yang kamu kerjakan; tapi yang kamu pikirkan.” Dale Carnegie (1888–1955), pengarang asal Amerika Serikat"

·  Ashleigh Brilliant

""Jika Anda tidak mampu mendekatinya, mengatasinya atau melewatinya, lebih baik Anda bernegosiasi dengannya.” Ashleigh Brilliant, penulis dan kartunis Inggris"

·  Niccolo Machiavelli

""Enterpreneur secara sederhana berarti mereka yang memahami sedikit perbedaan antara rintangan dan peluang serta mampu mengubah keduanya menjadi keuntungan.” Niccolo Machiavelli (1469–1527), penulis terkemuka Italia"

·  Jenderal George S Patton

""Perang mungkin harus diperjuangkan dengan senjata, tapi mereka dimenangi oleh manusia. Ini adalah persoalan spirit orang yang terlibat di dalamnya dan orang yang memimpin untuk meraih kemenangan.” Jenderal George S Patton, Jenderal Amerika Serikat dalam Perang Dunia I dan II"

·  David Borenstein

""Perasaan tidak seharusnya dilogikakan. Sangat berbahaya bagi manusia yang merasionalkan emosinya.” David Borenstein, artis Polandia"

 Belanda"

·  Beverly Sills

"Anda mungkin kecewa jika gagal, tapi Anda akan hancur bila tidak pernah mencoba.” Beverly Sills (1929-2007), penyanyi opera asal Amerika Serikat"

 

·  Johann Wolfgang von Goethe

"Berpikir itu gampang, bertindak itu sulit, dan melaksanakan satu pikiran dalam tindakan adalah hal yang paling sulit di dunia.” Johann Wolfgang von Goethe (1749–1832), sastrawan Jerman"

·  Leondaro da Vinci

"Saya terkesan dengan urgensi tindakan. Memahami tidaklah cukup, kita harus mengaplikasikan. Berharap tidaklah cukup, kita harus bekerja.” Leondaro da Vinci (1452–1519), ilmuwan era Renaisans"

·         Owen Meredith

""Kuasailah semua buku, tapi jangan biarkan buku menguasai Anda. Membacalah untuk hidup, bukan hidup untuk membaca.” Owen Meredith (1831–1891), diplomat Inggris"

·         William Glasser

""Manusia dikendalikan oleh lima kebutuhan genetika: kelangsungan hidup, cinta dan kepemilikan, kekuatan, kebebasan, dan kesenangan.” William Glasser, psikiater asal Amerika Serikat"

·         John Quincy Adams

""Jika tindakanmu menginspirasi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, berlaku lebih, dan menjadi lebih, maka kamu adalah pemimpin.” John Quincy Adams, Presiden Amerika Serikat ke-6 (1825-1829)"

·         Fritz Perls

""Belajar adalah penemuan bahwa segala sesuatu itu mungkin.” Fritz Perls (1893–1970), analis kejiwaan asal Jerman"

·         John Fitzgerald Kennedy

""Manusia tidak memiliki talenta yang sama, tapi kita memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan talenta kita.” John Fitzgerald Kennedy (1917–1963), Presiden Ke-35 Amerika Serikat (1961–63)"

·         Joseph Addison

""Rasa cinta di sebuah keluarga adalah anugerah hidup yang luar biasa.” Joseph Addison (1672–1719), negarawan dan seniman Inggris"

·         Charles de Montesquieu

""Agar menjadi benar-benar hebat, seseorang harus berdiri dengan masyarakat, bukan di atas mereka.” Charles de Montesquieu (1689–1755), filsuf dan politikus Prancis"

 

 

 

 

·         Soekarno
""Ini dadaku, mana dadamu? Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi, kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi. Kalau Malaysia mau konfrontasi politik, kita hadapi dengan konfrontasi politik. Kalau Malaysia mau konfrontasi militer, kita hadapi dengan konfrontasi militer.” Soekarno, Presiden I Republik Indonesia"
·         Madame Chiang Kai-Shek
""Kita hidup di masa kini, bermimpi tentang masa depan, dan belajar tentang kebenaran abadi dari masa lalu.”  Madame Chiang Kai-Shek (1898–2003), kepala pemerintahan China nasionalis di pengasingan di Taiwan"
·         Mao Tse-Tung
""Jika Anda ingin tahu teori dan metodologi revolusi, Anda harus ambil bagian dalam gerakan revolusi. Pengetahuan sejati hanya bisa diperoleh dengan pengalaman langsung.” Mao Tse-Tung (1893–1976), pemimpin China"
·         Hermann Hesse
""Manusia diciptakan untuk mencapai sesuatu yang luar biasa jika cita-cita mereka terancam.” Hermann Hesse (1877-1962), novelis Swiss kelahiran Jerman, peraih Nobel Sastra 1946"
·         John Finley
""Kematangan berpikir adalah kemampuan untuk bertahan dari ketidakpastian.” John Finley (1759–1846), penjelajah asal Amerika Serikat"
·         David Suzuki
""Pendidikan telah gagal menyampaikan pelajaran paling penting dalam ilmu pengetahuan, yaitu keragu-raguan.” David Suzuki, ilmuwan pakar lingkungan asal Kanada"
·         Sasha Azevedo
""Kawan sejati akan mengatakan kebenaran di depanmu, bukan di belakangmu.” Sasha Azevedo, aktris, atlet, dan fotomodel Amerika Serikat"‹ First
·         Blaise Pascal

""Kata-kata yang baik tidak memerlukan biaya besar, tapi bisa menyelesaikan banyak soal.” Blaise Pascal (1623–1662), matematikawan dan filsuf Prancis"

·         Henry Drummond

""Tidak ada kebahagiaan dalam memiliki atau mendapatkan sesuatu. Hanya dalam memberi, kebahagiaan itu ada.” Henry Drummond (1851–1860), pujangga asal Kanada"

 

 

 

·         Andre Gide

""Lebih baik dibenci karena apa yang Anda miliki daripada disukai atas sesuatu yang tidak Anda punyai." Andre Gide (1869–1951), penulis dan humanis Prancis, peraih Nobel Sastra 1947"

·         Maxwell Maltz

""Pengembangan diri adalah nama permainan; tujuan utama Anda adalah menguatkan diri, bukan menghancurkan lawan.” Maxwell Maltz (1927–2003), motivator dan ahli bedah plastik asal Amerika Serikat"

·         Percy Bysshe Shelley

""Janganlah takut pada masa depan, jangan pula menangis untuk masa lalu.” Percy Bysshe Shelley (1792–1822), pujangga Inggris"

·         Tom Krause

""Jika kau hanya melakukan apa yang kau tahu bisa kau kerjakan, kau tidak akan bisa berbuat lebih.” Tom Krause (1934), motivator, guru, dan pelatih"

·         Dale Carnegie

""Setiap orang bisa mengkritik, mengecam, dan mengeluh. Tapi hanya orang berkarakter yang bisa mengontrol diri untuk memahami dan memaafkan.” Dale Carnegie (1888–1955), penulis dan pengajar asal Amerika Serikat "

·         Sun Tzu

""Bertempur dan menaklukkan musuh dalam peperangan bukanlah kehebatan paling tinggi; kehebatan tertinggi terjadi ketika Anda mampu menghentikan musuh tanpa perlawanan.” Sun Tzu, penulis dan filsuf China"

·         Johann Wolfgang von Goethe

""Keraguan hanya bisa dihilangkan dengan tindakan.” Johann Wolfgang von Goethe (1749–1832), dramawan dan novelis asal Jerman"

·         Marcus Tullius Cicero

""Saya tidak malu mengakui kebodohan saya terhadap apa yang tidak saya ketahui.” Marcus Tullius Cicero (106–43 SM), pengacara, penulis, cendekiawan Romawi Kuno"

·         Robert Orben

""Jika Anda bisa tertawa bersama, Anda pun mampu bekerja bersama.” Robert Orben, pesulap dan penulis komedi asal Amerika Serikat"

·         Peter F Drucker

""Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai; kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya.” Peter F Drucker, pendidik dan penulis asal Amerika Serikat"

 

·         Pablo Picasso

""Muda tidak tergantung usia.” Pablo Picasso, seniman dan pelukis Spanyol (1881–1973)"

·         Indira Gandhi

""Manusia cenderung melupakan kewajibannya daripada haknya” Indira Gandhi (1917-1984), Perdana Menteri India"

·        
Margaret Mead

""Salah satu kebutuhan manusia yang paling dasar adalah memiliki seseorang untuk bertanya di manakah Anda saat Anda tidak pulang ke rumah malam hari.” Margaret Mead (1901–1978), antropolog Amerika Serikat"

·         Kenji Miyazawa

""Kita harus merangkul rasa sakit dan membakarnya sebagai energi dalam perjalanan hidup kita.” Kenji Miyazawa (1896-1933), pujangga dan penulis Jepang"

·         Arthur Schopenhauer

""Mengatasi kesulitan adalah pengalaman paling menyenangkan dalam hidup.” Arthur Schopenhauer (1788-1860), filsuf Jerman"

·         Jean-Paul Sartre

""Saya curiga terhadap hal-hal yang tidak disampaikan secara terbuka; karena di sanalah sumber segala kekacauan.” Jean-Paul Sartre (1905–1980), filsuf dan penulis Prancis"

·         Carl Gustav Jung

""Kebahagiaan akan kehilangan makna jika tidak diimbangi oleh kesedihan.” Carl Gustav Jung (1875–1961), psikiater asal Swiss"

·         Johnny Depp

""Cinta itu seperti gempa bumi—tidak bisa diprediksi, sedikit menakutkan, tapi ketika bagian yang paling sulit sudah terlewati kamu akan menyadari betapa benar-benar beruntungnya kamu.” Johnny Depp, aktor Amerika Serikat"

·         Thomas S Szasz

""Pengetahuan diperoleh dengan belajar, kepercayaan didapat dengan keraguan, keahlian dengan latihan, dan cinta diraih dengan cinta.” Thomas S Szasz, psikolog Hungaria"

·         Margaret Mead

""Salah satu kebutuhan manusia yang paling dasar adalah memiliki seseorang untuk bertanya di manakah Anda saat Anda tidak pulang ke rumah malam hari.” Margaret Mead (1901–1978), antropolog Amerika Serikat"

 

·         Kenji Miyazawa

""Kita harus merangkul rasa sakit dan membakarnya sebagai energi dalam perjalanan hidup kita.” Kenji Miyazawa (1896-1933), pujangga dan penulis Jepang"

·         Arthur Schopenhauer

""Mengatasi kesulitan adalah pengalaman paling menyenangkan dalam hidup.” Arthur Schopenhauer (1788-1860), filsuf Jerman"

·         Jean-Paul Sartre

""Saya curiga terhadap hal-hal yang tidak disampaikan secara terbuka; karena di sanalah sumber segala kekacauan.” Jean-Paul Sartre (1905–1980), filsuf dan penulis Prancis"

·         Carl Gustav Jung

""Kebahagiaan akan kehilangan makna jika tidak diimbangi oleh kesedihan.” Carl Gustav Jung (1875–1961), psikiater asal Swiss"

·         Johnny Depp

""Cinta itu seperti gempa bumi—tidak bisa diprediksi, sedikit menakutkan, tapi ketika bagian yang paling sulit sudah terlewati kamu akan menyadari betapa benar-benar beruntungnya kamu.” Johnny Depp, aktor Amerika Serikat"

·         Thomas S Szasz

""Pengetahuan diperoleh dengan belajar, kepercayaan didapat dengan keraguan, keahlian dengan latihan, dan cinta diraih dengan cinta.” Thomas S Szasz, psikolog Hungaria"

·         John Ruskin

""Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi menjadi seperti apa dia dengan kerja kerasnya itu.” John Ruskin, penulis (1819–1900), arsitek dan kritikus seni asal Inggris"

·         Henri Bergson

""Agar bisa eksis harus berubah, agar bisa berubah harus dewasa, untuk menjadi dewasa jadilah diri sendiri tanpa berhenti.” Henri Bergson (1859–1941), filsuf Prancis, peraih Nobel Sastra 1927"

·         Antonio Porchia

""Jika Anda tidak menaikkan pandangan, Anda akan mengira Andalah titik tertinggi.” Antonio Porchia (1886–1968), pujangga Italia"

·         Dr Seuss

""Lebih banyak Anda membaca, lebih banyak hal yang Anda ketahui. Lebih banyak hal yang Anda pelajari, lebih banyak tempat yang Anda kunjungi.” Dr Seuss, penulis dan kartunis Amerika Serikat"

 

·         Baltasar Gracian

""Janganlah mengambil sisi yang salah dari sebuah argumen hanya karena musuh Anda telah mengambil sisi yang benar.” Baltasar Gracian (1601–1658), filsuf Spanyol"

·         Antoine de Saint-Exupery

""Sebuah tujuan tanpa perencanaan hanya akan menjadi harapan." Antoine de Saint-Exupery (1900–1944), Penulis Prancis"

·         Ivan Panin

""Kamu tidak mencintai seorang perempuan karena dia cantik, tapi dia cantik karena kamu mencintainya.’’ Ivan Panin (1855–1942), ahli matematika Rusia"

·         Friedrich Nietzsche

""Barang siapa yang tidak mampu memberi apa-apa, dia juga tidak bisa merasakan apa-apa.” Friedrich Nietzsche (1844—1900), filsuf klasik Jerman"

·         Ashleigh Brilliant

""Ide brilian adalah hal biasa. Yang luar biasa adalah orang-orang yang bekerja keras untuk menghasilkannya.” Ashleigh Brilliant, penulis dan kartunis asal Inggris"

·         John Gay

""Tidak ada ketergantungan yang bisa meyakinkan kecuali ketergantungan kepada diri sendiri.” John Gay (1685–1732), sastrawan Inggris"

·         Jeremy Irons

""Kita memiliki mesin waktu sendiri-sendiri. Sebagian membawa kita ke masa lalu yang disebut memori. Sebagian lain membawa kita ke masa depan yang disebut mimpi.” Jeremy Irons, aktor Inggris"

·         Jesse Jackson

""Jika pikiran saya bisa membayangkannya dan hatiku dapat percaya, aku tahu aku bisa mencapainya.” Jesse Jackson, pemimpin pejuang hak sipil Amerika Serikat"

·         ""MengFriedrich Nietzsche

""Barang siapa yang tidak mampu memberi apa-apa, dia juga tidak bisa merasakan apa-apa.” Friedrich Nietzsche (1844—1900), filsuf klasik Jerman"

·         Ashleigh Brilliant

""Ide brilian adalah hal biasa. Yang luar biasa adalah orang-orang yang bekerja keras untuk menghasilkannya.” Ashleigh Brilliant, penulis dan kartunis asal Inggris"

·         John Gay

""Tidak ada ketergantungan yang bisa meyakinkan kecuali ketergantungan kepada diri sendiri.” John Gay (1685–1732), sastrawan Inggris"

 

 

·         Jeremy Irons

""Kita memiliki mesin waktu sendiri-sendiri. Sebagian membawa kita ke masa lalu yang disebut memori. Sebagian lain membawa kita ke masa depan yang disebut mimpi.” Jeremy Irons, aktor Inggris"

·         Jesse Jackson

""Jika pikiran saya bisa membayangkannya dan hatiku dapat percaya, aku tahu aku bisa mencapainya.” Jesse Jackson, pemimpin pejuang hak sipil Amerika Serikat"

·         Josiah Charles Stamp

""Mengelak dari tanggung jawab itu mudah, tapi kita tidak bisa menghindar dari akibat perbuatan itu.” Josiah Charles Stamp (1880-1941), ekonom dan orang terkaya II di Inggris Raya"

·         Oscar Levant

""Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang Anda alami tapi sesuatu yang akan selalu Anda ingat.” Oscar Levant (1906—1972), pianis, komposer, dan aktor Amerika Serikat"

·         Hebbel

""Konflik antara benar dan salah bukanlah tragedi yang sesungguhnya di dunia ini. Tragedi sejati terjadi ketika dua kebenaran saling bertentangan.” Hebbel (1813–1863), dramawan dan pujangga asal Jerman"

·         James Allen

""Semua urusan manusia melibatkan usaha dan hasil. Kegigihan dalam berusaha adalah ukuran untuk meraih hasil itu.” James Allen (1855—1942), Menteri Pertahanan Selandia Baru (1912—1920)"

·         Thomas Carlyle

""Daya tahan adalah kesabaran yang terkonsentrasi dengan baik.” Thomas Carlyle (1795—1881), sejarawan Skotlandia"

·         Ashley Smith

""Hidup penuh keindahan. Perhatikan itu. Perhatikan lebah besar, anak kecil, dan wajah yang tersenyum. Rasakan hujan dan hiruplah udara. Hidupkan kehidupan dengan segala potensimu, dan berjuanglah untuk mimpi-mimpimu.” Ashley Smith, pengarang asal Amerika Serikat"

·         Erich Fromm

""Orang kaya bukanlah mereka yang memiliki banyak harta, tetapi mereka yang banyak memberikan miliknya untuk orang lain.” Erich Fromm (1900—1980), filsuf sosial kelahiran Jerman"

·         Charlie Chaplin

""Kegagalan bukanlah sesuatu yang penting. Perlu keberanian untuk melakukan kebodohan pada diri sendiri.” Charlie Chaplin (1889—1977), komedian, produser, sutradara dan komposer asal Inggris"

·         Isaac Watts

""Belajar untuk memercayai adalah tugas paling sulit dalam hidup.” Isaac Watts (1674–1748), menteri nonkonformis Inggris"

·         Dale Carnegie

""Ketika berhadapan dengan orang, ingatlah Anda tidak berurusan dengan makhluk logika, tapi makhluk emosi.” Dale Carnegie (1888—1955), sastrawan dan pengarang asal Amerika Serikat"

·         Pablo Picasso

""Seni adalah kebohongan yang menyadarkan kita akan kebenaran.” Pablo Picasso (1881–1973), seniman dan pelukis asal Spanyol"

·         Charles Darwin

""Bukanlah spesies yang paling kuat atau paling cerdas yang mampu survive, tapi mereka yang paling mampu beradaptasi terhadap perubahan.” Charles Darwin (1809—1882), penulis dan naturalis Inggris, pencetus teori evolusi"

·         Sir Isaac Newton

""Aku tak punya kearifan khusus, hanya kekuatan pikiran yang sabar.” Sir Isaac Newton (1643—1727), Ilmuwan Inggris"

·         Rene Descartes

""Memiliki pikiran cemerlang tidaklah cukup, yang terpenting adalah bagaimana menggunakannya dengan baik.” Rene Descartes (1596—1650), matematikawan dan filsuf Prancis"

·         Jonathan Swift

""Kita dibatasi bukan oleh kemampuan kita, tapi oleh visi kita.” Jonathan Swift (1667—1745), pengarang dan sastrawan Irlandia"

·         Jacques Barzun

""Kita tidak bisa melihat hasil mengajar dalam satu hari kerja. Hasil itu tetap tidak kelihatan, mungkin selama 20 tahun.” Jacques Barzun, tokoh pendidik Prancis"

·         Jesse Jackson

""Jika pikiran saya bisa membayangkannya, hati saya bisa meyakininya, saya tahu saya akan mampu menggapainya.”  Jesse Jackson, politikus dan pemimpin masyarakat sipil Amerika Serikat"

 

 

 

·         Plato

""Orang baik tidak memerlukan hukum untuk memerintahkan mereka agar bertindak penuh tanggung jawab, sementara orang jahat akan selalu menemukan celah di sekitar hukum.” Plato (428 SM—348 SM), filsuf Yunani Kuno"

·         Niccolo Machiavelli

""Wirausahawan adalah mereka yang memahami tipisnya perbedaan antara peluang dan hambatan serta mampu mengelolanya menjadi keuntungan.” Niccolo Machiavelli (1469-1527), negarawan Italia, penulis The Prince."

·         Copernicus

""Tahu bahwa kita tahu apa yang kita ketahui dan tahu bahwa kita tidak tahu apa yang tidak kita ketahui, itulah pengetahuan sejati.” Copernicus (1473–1543), pakar astronomi Polandia"

·         Boris Yeltsin

""Anda mampu membuat singgasana dari bayonet, tapi Anda tidak akan mampu mendudukinya terlalu lama." Boris Yeltsin, presiden Rusia (1991-1999)"

·         Clement Attlee

""Demokrasi berarti pemerintahan dengan perdebatan. Sistem ini bisa efektif jika Anda mampu menghentikan orang-orang berbicara.” Clement Attlee (1803–1857), Perdana Menteri Inggris"

·         Thich Nhat Hanh

""Kita mempunyai lebih banyak peluang yang tersedia di setiap momen daripada yang kita sadari.” Thich Nhat Hanh, pendeta, aktivis, sekaligus penulis asal Vietnam (1926)"

·  Robert Kiyosaki

""Seberapa besar kesuksesan Anda bisa diukur dari seberapa kuat keinginan Anda, setinggi apa mimpi-mimpi Anda, dan bagaimana Anda memperlakukan kekecewaan dalam hidup Anda.” Robert Kiyosaki, motivator asal Amerika Serikat"

·  Hary Tanoesoedibjo

""Hadapi masa lalu tanpa penyesalan. Hadapi hari ini dengan tegar dan percaya diri. Siapkan masa depan dengan rencana yang matang dan tanpa rasa khawatir.” Hary Tanoesoedibjo, Group President & CEO Mediacom/MNC"

·  Warren Buffett

""Perlu 20 tahun untuk membangun reputasi dan cukup 5 menit untuk menghancurkannya. Jika Anda berpikir tentang hal ini, Anda akan melakukan sesuatu dengan cara berbeda.” Warren Buffett, investor dan pengusaha Amerika Serikat"

 

 

·  Jacques Barzun

""Dalam mengajar, Anda tidak bisa melihat hasilnya dalam satu hari kerja. Mungkin hasilnya baru kelihatan 20 tahun kemudian.” Jacques Barzun, pendidik Prancis"

·  Benjamin Franklin

""Tanpa terus-menerus tumbuh dan berkembang, kata-kata seperti kemajuan, prestasi, dan sukses tak punya arti apa-apa.” Benjamin Franklin (1706—1790), ilmuwan, filsuf, penulis, dan penemu asal Amerika Serikat"

·  Colin Powel

""Tidak ada rahasia untuk sukses. Ini adalah hasil sebuah persiapan, kerja keras, dan belajar dari kesalahan.” Colin Powel, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat"

·  Joan Collins

""Hidup tidak akan hidup jika Anda tidak membuat kesalahan.” Joan Collins, artis Inggris"

·         John Stuart Mill

""Konservatif tidak harus bodoh tapi orang yang tidak pintar kebanyakan konservatif.” John Stuart Mill (1806—1873), ekonom dan filsuf Inggris"

·         Aristoteles

""Siapa saja bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah kepada orang yang tepat, dengan derajat kemarahan yang tepat, pada saat yang tepat, untuk tujuan yang tepat, dengan cara yang tepat, ini tidak mudah." Aristoteles, filsuf Yunani (384—322 SM)"

·         Dr A P J Abdul Kalam

""Kamu harus bermimpi sebelum mimpimu menjadi kenyataan.” Dr A P J Abdul Kalam, Presiden India ke-11 (2002–2007) "

·         Samuel Johnson

""Harapan adalah kebutuhan dalam setiap kondisi” Samuel Johnson, Penulis Inggris (1709 - 1784)"

·         John Ray

""Kecantikan itu kekuatan, senyuman adalah pedangnya.” John Ray (1627–1705), naturalis asal Inggris"

·         Oliver Goldsmith

""Kemuliaan paling besar bukanlah karena kita tidak pernah terpuruk, tapi karena kita selalu mampu bangkit setelah terjatuh.” Oliver Goldsmith (1730–1774), novelis, pujangga, dan dramawan Irlandia"

 

 

·         Mahatma Gandhi

""Kemiskinan adalah bentuk paling buruk dari kekerasan.” Mahatma Gandhi (1869–1948), filsuf India"

·         Dwight David Eisenhower

""Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” Dwight David Eisenhower (1890-1969), Presiden Ke-34 Amerika Serikat (1953-61) "

·         Albert Einstein

""Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan.” Albert Einstein, Ilmuwan Amerika Serikat kelahiran Jerman (1879–1955)"

·         Confucius

""Kesunyian adalah kawan sejati yang tak pernah berkhianat.” Confucius (551–479 SM), filsuf, guru politik China"

·         Clarence Darrow

""Keadilan tidak ada kaitannya dengan apa yang terjadi dalam ruang sidang; keadilan adalah apa keluar dari ruang sidang itu.” Clarence Darrow (1857–1938), pengacara, orator, dan penulis asal Amerika Serikat"

·         Robert H Schuller

""Pencapaian yang mengagumkan selalu didahului oleh persiapan yang tidak spektakuler.” Robert H Schuller, pengusaha dan penulis Amerika Serikat"

·         Spencer Johnson

""Integritas adalah menceritakan kebenaran pada diri sendiri; kejujuran menceritakan kebenaran kepada orang lain.” Spencer Johnson, penulis dan motivator Amerika Serikat"

·         Alexandre Dumas Pre

""Seluruh kearifan manusia bisa digabungkan dalam dua kata: menunggu dan berharap.” Alexandre Dumas Père (1802–1870), penulis Prancis"

 

·         John Fitzgerald Kennedy

""Mereka yang menghalangi revolusi damai berarti membuka peluang pecahnya revolusi dengan kekerasan.” John Fitzgerald Kennedy (1917—1963), presiden ke-35 Amerika Serikat"

·         Charles H Spurgeon

""Sejumlah godaan akan datang kepada mereka yang tekun dan rajin, tapi seluruh godaan akan menyerang mereka yang bermalas-malasan.” Charles H Spurgeon (1834–1892), pendeta asal Inggris"

·         Lord Chesterfield

""Saat seseorang menginginkan nasihat Anda, biasanya dia menginginkan pujian dari Anda.” Lord Chesterfield (1694–1773), diplomat Inggris"

·         Anais Nin

""Ketika Anda membuat dunia lebih toleran untuk Anda, berarti Anda membuat dunia lebih toleran bagi orang lain.” Anais Nin (1903–1977), penulis dan novelis Prancis"

·         John Ruskin

""Kualitas bukanlah suatu kebetulan; kualitas selalu berasal dari usaha yang cerdas.” John Ruskin (1819–1900), penulis, arsitek, dan kritikus asal Inggris"

·         Helen Rowland

""Jika Anda ingin hidup bahagia dengan laki-laki, Anda harus banyak memahaminya dan sedikit mencintainya. Jika Anda ingin berbahagia dengan perempuan, Anda harus lebih banyak mencintainya dan jangan coba-coba memahaminya.” Helen Rowland (1876–1950), penulis Amerika Serikat kelahiran Inggris"

·         Salvador Dali

""Jangan pernah takut pada kesempurnaan karena Anda tidak akan pernah bisa mencapainya." Salvador Dalí (1904–1989), pelukis Spanyol"

·         John Fitzgerald Kennedy

""Mereka yang menghalangi revolusi damai berarti membuka peluang pecahnya revolusi dengan kekerasan.” John Fitzgerald Kennedy (1917—1963), presiden ke-35 Amerika Serikat"

·         Charles H Spurgeon

""Sejumlah godaan akan datang kepada mereka yang tekun dan rajin, tapi seluruh godaan akan menyerang mereka yang bermalas-malasan.” Charles H Spurgeon (1834–1892), pendeta asal Inggris"

·         Lord Chesterfield

""Saat seseorang menginginkan nasihat Anda, biasanya dia menginginkan pujian dari Anda.” Lord Chesterfield (1694–1773), diplomat Inggris"

·         Anais Nin

""Ketika Anda membuat dunia lebih toleran untuk Anda, berarti Anda membuat dunia lebih toleran bagi orang lain.” Anais Nin (1903–1977), penulis dan novelis Prancis"

·         John Ruskin

""Kualitas bukanlah suatu kebetulan; kualitas selalu berasal dari usaha yang cerdas.” John Ruskin (1819–1900), penulis, arsitek, dan kritikus asal Inggris"

·         Helen Rowland

""Jika Anda ingin hidup bahagia dengan laki-laki, Anda harus banyak memahaminya dan sedikit mencintainya. Jika Anda ingin berbahagia dengan perempuan, Anda harus lebih banyak mencintainya dan jangan coba-coba memahaminya.” Helen Rowland (1876–1950), penulis Amerika Serikat kelahiran Inggris"

·         Salvador Dali

""Jangan pernah takut pada kesempurnaan karena Anda tidak akan pernah bisa mencapainya." Salvador Dalí (1904–1989), pelukis Spanyol"

·         Lao Tzu

""Memahami orang lain adalah kearifan, memahami diri Anda sendiri adalah pencerahan.” Lao Tzu (600–531 SM), filsuf asal China"

·         Edward G Bulwer-Lytton

""Saya lebih senang mempunyai lima musuh yang kompeten dan energik daripada seorang kawan yang tidak begitu pandai.” Edward G Bulwer-Lytton (1803–1873), politikus dan pujangga Inggris"

·         Johann Wolfgang von Goethe

"“Keraguan hanya dapat dihilangkan dengan tindakan.” Johann Wolfgang von Goethe (1749–1832), dramawan dan novelis Jerman"

·         Albert Einstein

""Kelemahan sikap akan menjadi kelemahan karakter.” Albert Einstein (1879–1955), ahli fisika Amerika Serikat kelahiran Jerman"

·         Vaclav Havel

""Harapan bukanlah keyakinan bahwa sesuatu akan berubah menjadi baik, namun kenyataan bahwa semua hal itu masuk akal, tergantung bagaimana cara kita mengubahnya.” Vaclav Havel, dramawan Chechnya dan Presiden Cekoslovakia (1989–92)"

 

 

 

·         Benjamin Disraeli

""Salah satu hal yang paling sulit di dunia ini adalah mengakui kesalahan dan tak ada yang lebih membantu dalam memecahkan persoalan daripada pengakuan jujur.” Benjamin Disraeli (1804–1881), Novelis dan Mantan Perdana Menteri Inggris"

·         Napoleon Bonaparte

"“Anda tidak boleh terlalu sering bertarung hanya dengan satu musuh. Karena Anda mengajarkan semua seni bertarung Anda kepada musuh itu.” Napoleon Bonaparte (1769–1821), jenderal, politikus dan Kaisar Prancis (1804–1814)"

 

 

 

·         Alexander Graham Bell

""Konsentrasikan seluruh pikiran selama Anda melakukan pekerjaan. Sinar matahari tidak akan bisa membakar hingga titik fokusnya ketemu.” Alexander Graham Bell (1847–1922), pendidik dan penemu telepon kelahiran Skotlandia."

·         Albert Schweitzer

""Mereka yang menghormati kepribadian orang lain adalah orang-orang yang benar-benar berguna.” Albert Schweitzer (1875–1965), teolog, filsuf dan musisi Jerman peraih Nobel Perdamaian 1952"

·         Samuel Johnson

""Penipuan dan kebohongan hanyalah ujian yang mengerikan. Kebenaran yang akan mengundangnya.” Samuel Johnson (1709–1784), pujangga Inggris"

·         Honore de Balzac

""Menyendiri itu baik, tetapi Anda membutuhkan seseorang untuk mengatakan bahwa menyendiri itu memang benar-benar baik.” Honore de Balzac (1799–1850), novelis Prancis"

·         Kahlil Gibran

""Jika Anda membeberkan rahasia Anda kepada angin, Anda tidak boleh menyalahkannya jika angin membuka rahasia itu kepada pohon-pohon.” Kahlil Gibran (1883–1931), filsuf, pujangga dan penulis Amerika Serikat kelahiran Lebanon"

·         Voltaire

""Nilailah seseorang dari pertanyaan yang dia ajukan, bukan dari jawaban yang ia katakan.” Voltaire (1694–1778), penulis dan filsuf Prancis "

 

 

 

·         Camilo Jose Cela

""Ada dua jenis manusia: satu yang mengukir sejarah dan satu lagi yang memikul beban akibatnya.” Camilo Jose Cela (1916–2002), penulis Spanyol, peraih Nobel Sastra 1989"

·         Kurt Cobain

""Kita tidak punya hak untuk mengekspresikan pendapat sampai kita tahu semua jawabannya.” Kurt Cobain (1967–1994), musisi Amerika Serikat"

·         CS Lewis

""Kamu tidak akan pernah terlalu tua untuk merancang target lain atau untuk memimpikan cita-cita baru.” CS Lewis (1898–1964), pengajar dan novelis Inggris"

·         Sun Tzu

""Keunggulan paling tinggi terjadi ketika Anda mampu menghentikan perlawanan musuh tanpa pertempuran.” Sun Tzu, penulis dan petinggi militer China, lahir pada 500 SM"

·         Epictetus

""Kita memiliki dua telinga dan satu mulut, karena itu kita bisa mendengarkan dua kali lebih banyak daripada berbicara.” Epictetus, filsuf Yunani Kuno"

·         Mao Tse-Tung

""Kita sering berpikir terlalu sempit, seperti katak di dasar sumur yang mengira langit itu hanya sebesar lubang atas sumur. Jika katak itu muncul ke permukaan, dia akan melihat pemandangan yang berbeda.”  Mao Tse-Tung (1893–1976), tokoh terkemuka China"

·         Raja Fahd

""Saya akan menjadi ayah bagi anak-anak muda, dan saudara bagi orang tua’’ Raja Fahd, Raja Arab Saudi"

·         Lao Tzu

""Kesehatan adalah hak milik yang paling berharga. Kepuasan adalah harta benda paling bernilai. Kepercayaan adalah kawan paling baik. Tak menjadi apa-apa adalah kegembiraan paling besar.” Lao Tzu (600–531 SM), filsuf China"

·         Francois de la Rochefoucauld

""Alam memberikan kemampuan, keberuntungan melengkapinya dengan peluang dan kesempatan.” Francois de la Rochefoucauld (1613–1680), penulis klasik Prancis"

·         Anatole France

""Manusia hidup dengan tindakan, bukan dengan gagasan.” Anatole France (1844-1924), penulis Prancis"

 

·         Harold S Geneen

""Kepemimpinan lebih banyak dilatih melalui perilaku dan tindakan, bukan dengan kata-kata." Harold S Geneen (1910–1997), pebisnis Amerika Serikat"

·         Charles de Montesquieu

""Untuk benar-benar menjadi besar, seseorang harus berdampingan dengan orang lain, bukan di atas orang lain." Charles de Montesquieu (1689–1755), politikus dan filsuf Prancis"

·         Peter F Drucker

""Ikutilah tindakan yang efektif dengan perenungan. Dari perenungan itu akan datang tindakan yang lebih efektif lagi." Peter F Drucker, pendidik dan penulis Amerika Serikat"

·         Alexander Smith

""Natal adalah hari yang menggenggam seluruh waktu bersama-sama.”  Alexander Smith (1830-1867), pujangga Skotlandia"

 

·         Edward G Bulwer-Lytton

""Saya lebih suka memiliki lima musuh yang kompeten dan bersemangat daripada satu kawan yang bodoh.”  Edward G Bulwer-Lytton (1803-1873), politikus Inggris"

·         Carl Gustav Jung

""Pertemuan dua kepribadian seperti hubungan dua bahan kimia; jika terjadi reaksi, keduanya akan berubah." Carl Gustav Jung (1875–1961), psikolog Swiss"

·         Mahatma Gandhi

""Kepuasan itu terletak pada usaha, bukan pada pencapaian hasil. Berusaha keras adalah kemenangan besar.? Mahatma Gandhi (1869?1948), filsuf India"

·         Andre Gide

""Lebih baik dibenci karena apa yang Anda miliki daripada dicintai untuk sesuatu yang tidak Anda punyai.? Andre Gide (1869?1951), penulis Prancis, peraih Nobel Sastra 1947"

·         Voltaire

"?Pria membenci individu yang mereka sebut tamak hanya karena tidak ada yang dapat diperoleh dari dia.? Voltaire Filsuf dan penulis termasyhur Prancis (1694?1778)"

·         Jawaharlal Nehru

""Jenis efisiensi yang paling tinggi adalah kemampuan menggunakan material yang ada untuk mendapatkan manfaat yang paling baik." Jawaharlal Nehru (1889-1964), Eks Perdana Menteri India "

 

·         Steve Jobs

""Inovasilah yang membedakan seorang pemimpin dan pengikutnya." Steve Jobs, pengusaha Amerika Serikat, pendiri Apple "

·         Nelson Mandela

""Memimpinlah dari belakang dan biarkan yang lain di depan ketika Anda merayakan kemenangan. Saat bahaya datang, berdirilah paling depan, maka orang akan menghormati Anda." Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan, peraih Nobel Perdamaian 1993 "

 

·         Maxim Gorky

""Kebahagiaan selalu terasa kecil saat Anda mendapatkannya. Namun, coba biarkan dia berlalu begitu saja, Anda akan merasakan seberapa besar dan berharganya kebahagiaan itu." Maxim Gorky (1868-1936), novelis dan pujangga asal Rusia "

·         Omar Bradley

""Keberanian adalah kemampuan untuk bertindak dengan pantas meskipun kita sedang dilanda ketakutan luar biasa." Omar Bradley (1893-1981), jenderal Amerika Serikat "

·         Winston Churchill

""Saya tidak pernah khawatir dengan tindakan apa pun, saya hanya cemas dengan tindakan yang lamban." Winston Churchill (1874-1965), Perdana Menteri Inggris semasa Perang Dunia II "

·         Friedrich Nietzsche

""Saya tidak sedih kalau Anda telah membohongi saya, tapi saya justru sedih karena sejak saat itu saya tidak bisa percaya lagi kepada Anda." Friedrich Nietzsche (1844-1900), ilmuwan dan filsuf Jerman "

·         William Hazlitt

""Mencintai kebebasan berarti cinta kepada orang lain, mencintai kekuasaan berarti cinta kepada diri sendiri." William Hazlitt (1778-1830), penulis Inggris "

·         Thomas Jefferson

""Pers adalah instrumen paling baik dalam pencerahan dan meningkatkan kualitas manusia sebagai makhluk rasional, moral, dan sosial." Thomas Jefferson (1762-1826), presiden ketiga Amerika Serikat "

·         Paul Tillich

""Mereka yang berani mengambil risiko kemudian gagal, itu bisa dimaafkan. Mereka yang tak pernah mengambil risiko dan tak pernah gagal, ini adalah kesalahan manusia sepanjang hidupnya." Paul Tillich (1886-1965), filsuf dan teolog Amerika Serikat kelahiran Jerman "

·         Phaedrus

""Siapa pun yang terdeteksi melakukan kecurangan yang memalukan tidak akan pernah dipercaya meskipun mereka berbicara tentang kebenaran." Phaedrus (15-50 SM), filsuf Romawi "

·         Helen Rowland

""Anda tidak akan pernah menang jika Anda tidak pernah memulai." Helen Rowland (1876-1950), penulis Amerika keturunan Inggris "

·         Bung Tomo

""Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.... Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka." Bung Tomo (1920-1981), pahlawan nasional "

·         Thomas Jefferson

""Setiap generasi memerlukan sebuah revolusi baru." Thomas Jefferson (1762-1826), presiden ketiga Amerika Serikat (1801-1809) "

·         Al Gore

""Ketika fakta memihak kepada Anda, berdebatlah dengan fakta. Ketika hukum ada di pihak Anda, bertahanlah dengan hukum. Ketika Anda tak punya dua-duanya, berteriaklah." Al Gore, Wakil Presiden Amerika Serikat (1993-2001) "

·         Julia Roberts

""Kau tahu itu cinta ketika semua yang Anda inginkan adalah menjadikan orang tersebut bahagia, bahkan jika Anda bukan bagian dari kebahagiaan itu." Julia Roberts, artis terkenal asal Amerika Serikat "

·         Stephen Hawking

""Ketika harapan seseorang dikurangi hingga titik nol, dia akan sungguh-sungguh mengapresiasi semua yang dia miliki saat ini." Stephen Hawking, ahli fisika asal Inggris "

·         Phaedrus

""Siapa pun yang terdeteksi melakukan kecurangan yang memalukan tidak akan pernah dipercaya meskipun mereka berbicara tentang kebenaran." Phaedrus (15-50 SM), filsuf Romawi

·         Helen Rowland

""Anda tidak akan pernah menang jika Anda tidak pernah memulai." Helen Rowland (1876-1950), penulis Amerika keturunan Inggris "

 

 

·         Bung Tomo

""Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.... Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka." Bung Tomo (1920-1981), pahlawan nasional "

·         Thomas Jefferson

""Setiap generasi memerlukan sebuah revolusi baru." Thomas Jefferson (1762-1826), presiden ketiga Amerika Serikat (1801-1809) "

·         Al Gore

""Ketika fakta memihak kepada Anda, berdebatlah dengan fakta. Ketika hukum ada di pihak Anda, bertahanlah dengan hukum. Ketika Anda tak punya dua-duanya, berteriaklah." Al Gore, Wakil Presiden Amerika Serikat (1993-2001)

·         Julia Roberts

""Kau tahu itu cinta ketika semua yang Anda inginkan adalah menjadikan orang tersebut bahagia, bahkan jika Anda bukan bagian dari kebahagiaan itu." Julia Roberts, artis terkenal asal Amerika Serikat " 

·         Stephen Hawking        

""Ketika harapan seseorang dikurangi hingga titik nol, dia akan sungguh-sungguh mengapresiasi semua yang dia miliki saat ini." Stephen Hawking, ahli fisika asal Inggris "

·         Malcolm X
""Jika Anda tidak pernah dikritik, Anda akan seperti orang yang tidak pernah sukses." Malcolm X (1925-1965), pemimpin perjuangan kulit hitam Amerika Serikat (AS) "
·         Benjamin Franklin
""Lebih cepat tidur dan bangun lebih awal membuat manusia sehat, kaya, dan bijaksana." Benjamin Franklin (1706-1790), filsuf, ilmuwan asal Amerika Serikat "
·         Siddharta Gautama
""Ribuan lilin dapat dinyalakan dari satu lilin dan nyalanya tidak akan berkurang. Begitu pun kebahagiaan tidak akan pernah berkurang walau dibagi-bagi." Siddharta Gautama (563-483 SM), pendiri agama Buddha "
·         Madonna
""Banyak orang takut mengatakan apa yang mereka inginkan. Itulah mengapa mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan." Madonna, penyanyi dan aktris Amerika Serikat
·         Andre Malraux
""Yang membedakan orang sukses dan orang gagal adalah bukan karena yang satu memiliki kemampuan dan ide lebih baik, tapi karena dia berani mempertaruhkan ide, menghitung risiko, dan bertindak cepat." Andre Malraux (1901-1976), sejarawan Prancis "
·         Friedrich Nietzsche
""Cukup sulit mengingat opini-opini saya tanpa mengingat alasan atas opini-opini tersebut." Friedrich Nietzsche Filsuf Jerman (1844-1900) "
·         Henry Drummond
""Tidak ada kebahagiaan dalam memiliki atau mendapatkan, kebahagiaan hanya ada dalam memberi." Henry Drummond (1851-1860), pujangga Kanada "
·         Herman Cain

""Sukses bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaanlah kunci menuju sukses. Jika Anda mencintai apa yang Anda kerjakan, Anda akan menjadi orang sukses." Herman Cain, pebisnis dan penulis Amerika Serikat "

·         John Fitzgerald Kennedy

""Anak adalah sumber daya paling bernilai di dunia dan dia adalah harapan terbaik untuk masa depan." John Fitzgerald Kennedy, Presiden Amerika Serikat ke-35 (1917-1963) "

·         Niels Bohr

""Senjata terbaik pemerintahan diktator adalah kerahasiaan, senjata paling baik pemerintahan demokratis semestinya keterbukaan." Niels Bohr (1885-1962), pakar fisika, peraih Nobel Fisika 1922 "

·         Mao Tse-Tung

""Senjata menjadi faktor penting dalam peperangan, tapi bukan yang menentukan; yang paling menentukan adalah faktor manusia, bukan material-material yang bisa dihitung." Mao Tse-Tung (1893-1976), politikus China "

·         Alphonse de Lamartine

""Semua hal besar biasanya diawali oleh seorang wanita." Alphonse de Lamartine (1790-1869), penulis dan pujangga Prancis "

·         Kirsten Dunst

""Rahasia dari kepuasan sejati adalah meyakini diri Anda sendiri, memiliki kepercayaan diri, dan mencoba menjadi jaminan bagi keputusan dan pikiran Anda." Kirsten Dunst, aktris Amerika Serikat "

·         James Joyce

""Kesalahan adalah pintu gerbang manusia untuk melakukan penemuan." James Joyce (1882-1941), novelis Irlandia "

·         Benjamin Franklin

""Hal terbaik untuk diberikan kepada musuhmu adalah ampunan; kepada lawan, toleransi; teman, hatimu; anak Anda, contoh yang baik; ayah, rasa hormat; ibumu, kebanggaan; diri sendiri, kehormatan; umat manusia, amal." Benjamin Franklin, negarawan, ilmuwan, filsuf, penulis, dan penemu asal Amerika Serikat (1706-1790) "

·         Leo Nikolaevich Tolstoy

""Dua pejuang yang paling berkuasa adalah kesabaran dan waktu." Leo Nikolaevich Tolstoy (1828-1910), filsuf, novelis, dan pemikir Rusia "

·         WJ Brown

""Siapa yang ingin sukses dalam kehidupan, hendaknya tidak mengandalkan pada hal-hal yang kebetulan." WJ Brown, pengusaha dan penulis asal New York "

·         Dag Hammarskjold

""Kita tidak diperkenankan memilih bingkai dari takdir kita sendiri. Tapi dengan apa mengisi bingkai tersebut, itulah kewajiban kita." Dag Hammarskjold (1905-1961), negarawan Swedia "

·         Voltaire

""Saya tidak setuju dengan kata-kata Anda, namun saya akan membela sampai mati hak Anda untuk mengatakan hal itu." Voltaire (1694-1778), filsuf dan penulis Prancis "

·         WS Rendra

""Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala, dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata." WS Rendra (1935-2009), Penyair dan Dramawan Kenamaan Indonesia "

·         William Osler

""Dokter yang baik bisa menyembuhkan penyakit; dokter yang hebat menyembuhkan pasien yang terkena penyakit." William Osler (1849-1919), dokter asal Kanada "

·         Nido Qubein

""Para pemenang selalu membandingkan prestasi dengan tujuan mereka, sementara para pecundang sering kali membandingkan prestasi mereka dengan prestasi orang lain." Nido Qubein, konsultan bisnis dan motivator asal Amerika Serikat "

·         CS Lewis

""Jangan pernah merasa terlalu tua untuk mencapai tujuan atau untuk memimpikan hal-hal baru." CS Lewis (1898-1963), novelis Inggris "

·         Mustafa Kemal Ataturk

""Perdamaian di rumah adalah perdamaian negara. Perdamaian negara adalah perdamaian dunia." Mustafa Kemal Ataturk (1881-1938), politikus Turki "

 

 

·         William O Douglas

""Untuk melawan ide-ide yang menyesatkan, gunakan ide-ide lain. Untuk melawan kebohongan, gunakan kebenaran." William O Douglas (1898-1980), pakar hukum Amerika Serikat "

·         Rodin

""Tidak ada waktu yang terbuang percuma jika Anda menggunakan pengalaman dengan bijak." Rodin (1840-1917), pematung Prancis "

·         Robert Kiyosaki

""Seberapa besar kesuksesan Anda bisa diukur dari seberapa kuat keinginan Anda, setinggi apa mimpi-mimpi Anda, dan bagaimana Anda memperlakukan kekecewaan dalam hidup Anda." Robert Kiyosaki, motivator asal Amerika Serikat "

·         Shania Twain

""Sangatlah penting untuk memberikan semua yang Anda miliki saat Anda memiliki kesempatan untuk melakukannya." Shania Twain, penyanyi asal Kanada

·         Humphrey Davy

""Kehidupan tidak diciptakan dari pengorbanan atau tugas besar, tapi dibuat dari hal-hal kecil seperti senyuman, kebaikan, dan kewajiban kecil yang telah menjadi kebiasaan yang memenangkan dan mengabadikan hati dan menjamin kesenangan." Humphrey Davy (1778-1829), ahli kimia asal Inggris "

·         Agatha Christie

""Profesi suami yang paling baik bagi wanita adalah arkeolog. Karena semakin tua si wanita, suami akan semakin tertarik kepadanya." Agatha Christie (1890-1976), novelis, detektif, dan penulis drama asal Inggris"

·         Bruce Lee

""Pertarungan tidak dimenangkan dengan pukulan atau tendangan. Pelajarilah cara mempertahankan diri atau sewalah bodyguard." Bruce Lee (1940-1973), aktor dan master seni bela diri Amerika Serikat kelahiran China "

·         Leo Nikolaevich Tolstoy

""Satu-satunya arti kehidupan adalah mengabdi pada kemanusiaan" Leo Nikolaevich Tolstoy (1828-1910), pemikir dan novelis Rusia "

·         Rene Descartes

""Memiliki otak yang cerdas tidaklah cukup; yang paling penting adalah bagaimana menggunakannya dengan baik." Rene Descartes (1596-1650), matematikawan dan filsuf Prancis. "

 

 

·         Voltaire

""Saya tahu tidak ada orang-orang hebat kecuali mereka yang memiliki pengabdian besar pada kemanusiaan." Voltaire (1694-1778), filsuf dan penulis Prancis "

·         Confucius

""Aku dengar lalu aku lupa. Aku lihat lalu aku ingat. Aku lakukan lalu aku mengerti." Confucius (551 SM - 479 SM), Filsuf China "

·         Alexandre Dumas Pere

""Seluruh nilai bijak manusia terangkum dalam dua kata: menanti dan mengharap." Alexandre Dumas Pere (1802-1870), Sastrawan Prancis"

·         Eleanor Roosevelt

""Anda harus melakukan sesuatu yang Anda pikir tak akan bisa Anda lakukan." Eleanor Roosevelt, mantan Ibu Negara AS "

·         Julia Cameron

""Proses kreatif itu merupakan proses penyerahan, bukan pengekangan." Julia Cameron Penulis, jurnalis, produser, komposer "

·         Lao-tzu

""Saya memiliki tiga harta. Jaga dan peliharalah: cinta yang dalam, kesederhanaan, ketidakberanian memenangkan dunia. Dengan cinta yang dalam, seseorang akan jadi pemberani. Dengan kesederhanaan, seseorang akan menjadi dermawan. Dengan ketidakberanian memenangkan dunia, seseorang akan menjadi pemimpin dunia." Lao-tzu, Filsuf China "

·         Jim Rohn

""Disiplin adalah jembatan antara cita-cita dan pencapaiannya." Jim Rohn, Pakar Motivasi dan Manajemen "

·         Lord Byron

""Dia berjalan dalam kecantikan, bagai malam tak berawan dan penuh bintang. Segala kebaikan dari gelap dan terang terpancar indah pada sosok dan sinar matanya: menyeruakkan kasih sayang penuh kedamaian dalam kecerahan hari yang sungguh tak mampu terbantahkan." Lord Byron (1788-1824), Pujangga Romantisme dan Satiris Inggris "

·         Elbert Hubbard

""Dunia bergerak begitu cepat sekarang. Saat seseorang berkata sesuatu tak bisa dilakukan, sesungguhnya dia sudah diinterupsi orang yang telah dapat melakukannya." Elbert Hubbard (1856-1915), penulis, penerbit, filsuf AS ".

 

 

 

·         Zig Ziglar

""Anda semua terlahir untuk menang. Namun, untuk menjadi seorang pemenang Anda harus merencanakan kemenangan, mempersiapkan, dan mengharapkan kemenangan." Zig Ziglar, penulis buku motivasi "

·         Dr Denis Waitley

""Alasan kenapa seseorang tak pernah meraih cita-citanya adalah karena dia tak mendefinisikannya, tak mempelajarinya, dan tak pernah serius berkeyakinan bahwa cita-citanya itu dapat dicapai." Dr Denis Waitley, pakar motivasi dan penulis buku-buku self-help "

·         Suze Orman

""Dalam kehidupan, kita butuh keberanian untuk mengatasi keterbatasan, mengekspresikan kekuatan, dan mewujudkan potensi diri." Suze Orman, Mahaguru Keuangan AS "

·         Mahatma Gandhi

""Bumi ini cukup untuk tujuh generasi, namun tidak cukup untuk tujuh orang serakah." Mahatma Gandhi "

·         Abraham Lincoln

""Anda tak akan mampu membangun sebuah karakter dan keberanian seseorang dengan merampas inisiatif dan kebebasannya." Abraham Lincoln, Presiden ke-16 AS "

·         John F Kennedy

""Mereka yang menganggap revolusi damai sebagai sebuah kemustahilan, akan membuat revolusi penuh kekerasan menjadi tak terelakkan," John F Kennedy (Presiden Amerika Serikat ke-35, 29 Mei 1917-22 November 1963) "

·         Abraham Lincoln

""Saya memang seorang yang melangkah dengan lambat, tetapi saya tidak akan pernah berjalan mundur ke belakang." Abraham Lincoln, Negarawan Amerika Serika

·         Lee Iacocca

""Kemampuan untuk berkonsentrasi dan menggunakan waktu dengan benar adalah segalanya." Lee Iacocca, Pebisnis AS Mantan CEO Chrysler-Mantan Presiden Ford "

·         Charles Lamb

" "Tak ada yang menyambut satu Januari dengan apatis. Karena hari tu adalah awal dari semua hari menjelang dengan penuh harapan, suatu momen melepas masa yang telah ditinggalkan." Charles Lamb, Sastrawan Inggris"

 

 

·         James A Baldwin

""Sesuatu yang kita hadapi tidak selalu bisa diubah; namun, kita tidak bisa mengubah sesuatu sampai kita menghadapinya." James A Baldwin, Sastrawan AS (1924-1987) "

·         Epictetus

""Di tiap musibah yang menimpa Anda, ingatlah untuk bercermin dan bertanya tentang daya apa yang bisa Anda upayakan guna menarik pelajaran positif dari kejadian itu." Epictetus, Filsuf Yunani
"

·         Jean de La Fontaine

" "Kesedihan pun akan terbang menjauh seiring dengan kepakan sayap waktu." Jean de La Fontaine, Pujangga Prancis (1621-1695) "

·         Leo Tolstoy

""Arti sejati kehidupan adalah mengabdi pada nilai-nilai kemanusiaan." Leo Tolstoy, Novelis-Filsuf Rusia "

·         Anne McCaffrey

" "Siapa yang mencoba, maka terjadilah. Siapa yang berkehendak, maka tercapailah. Dan, siapa yang mencinta, maka hiduplah." Anne McCaffrey, Novelis Fiksi Ilmiah"

·         Sidonie Gabrielle
""Berbahagialah selalu. Karena itu adalah salah satu cara menjadi bijaksana."Sidonie Gabrielle, Sastrawan Prancis (1873-1954) "
·         Li Ka Shing
""Visi bisa jadi adalah kekuatan terbesar kita. Ia selalu membangkitkan daya dan kesinambungan hidup; Ia membuat kita memandang masa depan dan memberi kerangka tentang apa yang belum kita ketahui." Li Ka Shing, Miliuner Hong Kong "
·         Henri Bergson
""Bertahan hidup artinya selalu siap untuk berubah; karena perubahan adalah jalan menuju kedewasaan. Dan kedewasaan adalah sikap untuk selalu mengembangkan kualitas pribadi tanpa henti." Henri Bergson, Filsuf Prancis (1859-1941) "
·         Alexandre Dumas Pere
"Semua jenis kebijaksanaan itu berakar pada dua kata, kesabaran dan harapan."Alexandre Dumas Pere, Sastrawan (1802-1870)




·         Ken Blanchard
http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/Ken-Blanchard-1.jpg
"Di masa lalu, pemimpin adalah bos. Namun kini, pemimpin harus menjadi partner bagi mereka yang dipimpin. Pemimpin tak lagi bisa memimpin hanya berdasarkan kekuasaan struktural belaka."
Ken Blanchard,
Pebisnis-Konsultan
·         Erich Fromm
http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/Erich-Fromm.jpg
Cinta monyet: "Aku mencintai karena aku dicintai". Cinta sejati: "Aku dicintai karena aku mencintai." Cinta monyet: "Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu." Cinta sejati: "Aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu."
Erich Fromm,
Pakar Sosiologis
Psikologi Sosial
Filsuf Humanis
·         Benjamin Disraeli
http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/Benjamin_Disraeli.jpg
"Jangan pernah menyesal setelah Anda mengungkapkan suatu perasaan. Karena jika demikian, Anda sama saja menyesali kebenaran."
Benjamin Disraeli,
Mantan PM Inggris-Novelis





·         Henry Van Dyke

http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/HenryVanDyke.jpg
"Waktu terkadang terlalu lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu cepat bagi yang takut, terlalu panjang bagi yang gundah, dan terlalu pendek bagi yang bahagia. Tapi bagi yang selalu mengasihi, waktu adalah keabadian."
Henry Van Dyke, 
Pujangga AS

·         Ivan Panin

http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/IvanPanin.jpg
"Dalam setiap keindahan, selalu ada mata yang memandang. Dalam setiap kebenaran, selalu ada telinga yang mendengar. Dalam setiap kasih, selalu ada hati yang menerima."

Ivan Panin, 
Matematikawan Rusia (1855-1942)

·         Helen Keller

http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/HelenKeller.jpg
"Ketahuilah, hal-hal terindah di dunia ini terkadang tak bisa terlihat dalam pandangan atau teraba dengan sentuhan; mereka hanya bisa terasakan dengan hati."
Helen Keller, 
Penulis Tuna Wicara-Netra AS (1880-1968)

 

 

 

 

 

 

 

 

·         Jimi Hendrix

http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/Jimi-Hendrix.jpg
"Ketika kekuatan akan cinta melebihi kecintaan akan kekuasaan, maka dunia pun menemukan kedamaian."

Jimi Hendrix, 
Gitaris Rock AS

·         Judy Garland

http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/Judy_Garland.jpg
"Karena bukan di telingaku kau membisik, namun di hatiku. Karena bukan di bibirku kau mengecup, namun di jiwaku."

Judy Garland, 
Aktris Hollywood (1922-1969)

·         Art Buchwald

http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/ArtBuchwald.jpg
"Jika Anda bisa membuat orang lain tertawa, maka Anda akan mendapatkan semua cinta yang Anda inginkan."
Art Buchwald,
Kolumnis Peraih Hadiah Pulitzer

·         Martin Luther King Jr

http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/MarthinLutherKing_Jr.jpg
"Jika seseorang belum menemukan sesuatu untuk diperjuangkan hingga akhir hayatnya, maka kehidupannya tidak berharga." 

Martin Luther King Jr,
Aktivis HAM AS

 

 

·         Baruch Spinoza

http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/BaruchSpinoza.jpg
"Perdamaian bukanlah berarti ketidakhadiran peperangan semata; Namun, ia adalah sebuah nilai -setonggak karakter kebaikan, kepercayaan, dan keadilan sejati." 

Baruch Spinoza, 
Filsuf (1632-1677)

"

·         Mohandas Gandhi

http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/MohandasGandi.jpg
"Mereka yang berjiwa lemah tak akan mampu memberi seuntai maaf tulus. Pemaaf sejati hanya melekat bagi mereka yang berjiwa tangguh."
Mohandas Gandhi

·         Minoo Javan

http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/Minoo_Javan.jpg
"Cinta kadang kala merupakan sebuah keajaiban. Namun keajaiban kadang kala justru hanya sebuah ilusi."
Minoo Javan, 
Selebriti-Penyanyi

·         Jenderal George S Patton

http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/Jenderal_George_S_Patton.jpg
"Hadapilah setiap tantangan yang menghadang dengan lapang dada, seakan Anda telah tersentuh gairah kemenangan."
Jenderal George S Patton 
Jenderal AS di Perang Dunia I dan II, 1885-1945

 

 

·         Paul Valery

http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/PaulValery.jpg
"Jalan awal terbaik untuk mewujudkan segala impian Anda adalah bangun dan bangkit dari tempat tidur."
Paul Valery, 
Pujangga Prancis (1875-1941)

·         "Charles Handy
http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/Charles-handy.jpg
"Perubahan adalah kata lain untuk berkembang atau mau belajar. Dan, kita semua mampu melakukannya jika berkehendak."
Prof Charles Handy, Filsuf
·         Sir Arthur C Clarke
http://suar.okezone.com/images-data/content/2007/11/25/63/63570/Sir_Arthur_Clarke.jpg
"Batasan segala kemungkinan hanya dapat didefinisikan ketika kita mampu menembus ketidakmungkinan." 
Sir Arthur C Clarke,
Humanis-Penulis
·         Anaxagoras
http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/Anaxagoras.jpg
"Penampilan fisik hanyalah sekilas dari apa yang sebenarnya tidak terlihat."

Anaxagoras, Filsuf Yunani 


·         Willa Cather
http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/Willa_Cather.jpg
"Di mana ada kebesaran kasih, di sanalah selalu terbentang harapan-harapan." 

Willa Cather, Novelis AS
·         Napoleon Hill
http://www.bukabuku.com/img/author/hill.jpg

"Kurangnya loyalitas dalam hal apa pun seringkali menjadi salah satu penyebab utama kegagalan pada perjalanan hidup kita."
Napoleon Hill,
Sastrawan AS (1883-1970)
"
·         Henry Wadsworth Longfellow
http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/HenryWadsworth.jpg
"Di tiap jengkal kehidupan, sang hujan memang harus tercurahkan. Kadang hari-hari memang harus dilalui dalam selingkup awan kelabu dan kedukaan."
Henry Wadsworth Longfellow,
Pujangga AS (1807-1882)
·         Naguib Mahfouz
http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/Naguib_Mahfouz.jpg
"Orang cerdas diukur dari jawaban atas pertanyaan yang diajukan. Orang bijak dinilai dari pertanyaan yang dia ajukan."
Naguib Mahfouz,
Sastrawan Arab Peraih Hadiah Nobel 
·         Walter Bagehot

http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/Walter_Bagehot.jpg 
"Kepuasan terbesar dalam hidup adalah berhasil melakukan sesuatu yang orang lain kira Anda tak mampu melakukannya." 
Walter Bagehot, 
Penulis-Jurnalis Inggris (1826-1877) 

·         Ralph Nader
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT5BQ1jRChRLXgaOG7WMJa4S-xvhqoPAhC0-rNQ3hnwTXFk8Zw&t=1&usg=__ulDsZeSYNw1fw5W3IGuizviqZyk=



"Seorang pemimpin sejati selalu mempunyai visi dan keyakinan untuk mewujudkan impian. Ia menginspirasi kekuatan dan energi untuk meraih suatu tujuan." 
Ralph Nader, 
Aktivis Politik-Pengacara AS
Keri Russell

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRAkaEVObLFCGQ3FiVPbqGIp81Fwe23lACrNT2-BWIRejybxOY&t=1&usg=__dWIk12fMuI24REgHF9FxnL2ACqE=
"Kadang kala, justru keputusan kecil yang akan mampu merubah hidup kita selamanya." 

Keri Russell, Aktris

 

 

 

 

 

 

 

Anatole France

http://suar.okezone.com/images-data/content/temp/Anatole-France.jpg 
"Untuk meraih cita-cita besar, kita tak hanya perlu bertindak, namun juga bermimpi; tak hanya perlu merencanakan, namun harus meyakini."
Anatole France, 
Penulis Prancis (1844-1924)

 

·         Tony Buzan





"Belajar bagaimana cara belajar adalah keahlian terpenting dalam hidup."
Tony Buzan,
Penemu Metode Mind Mapping
"